OST Ayat Ayat Cinta
Penyanyi: Rossa
Pencipta lagu: Melly Goeslaw
Desir pasir di padang tandus
Segersang pemikiran hati
Terkisahku di antara
Cinta yang rumit
Bila keyakinanku datang
Kasih bukan sekedar cinta
Pengorbanan cinta yang agung
Kupertaruhkan
Maafkan bila ku tak sempurna
Cinta ini tak mungkin ku jaga
Ayat-ayat cinta bercerita
Cintaku pada-Mu
Bila bahagia mulai menyentuh
Seakan ku bisa hidup lebih lama
Namun harus kutinggalkan cinta
Ketika kubersujud
“Di Atas Sajadah Cinta”, begitu judul serial teve (FTV) di sebuah stasiun televisi nasional beberapa waktu lalu. Seperti bisa ditebak, inilah serial teve bernuansa islami alias cerita reliji. Pemainnya waktu itu yang saya ingat Cindy Fatikasari dan Teuku Ryan. Tayangan ini sempat diiklankan beberapa kali, tagline-nya pertama di layar kaca, diambil dari novel karya Habiburrahman El-Shirazy, alumni Kairo, Mesir.
Sejak itu perburuan mencaritahu siapa penulis ini dan karya-karyanya semakin gencar saya lakukan. Salah satunya ya ke toko buku. Tapi tak mudah memang mencari buku-buku apalagi novel yang berkategori bestseller di kota Tarakan. Pesan dulu baru buku datang. Kalaupun dapat buku bestseller, kata teman-teman saya “Anda sedang beruntung kali ini”.
Beberapa kali ke toko buku, sampai akhirnya saya menjumpai beberapa karya Kang Abik –panggilan akrab Habiburrahman El-shirazy. Salah satunya novel Ayat Ayat Cinta. Waktu itu hanya melihatnya saja. Sama sekali tak berkeinginan untuk membeli. Mungkin karena terlalu lama kali ya, jadi mood untuk baca novelnya langsung hilang.
Ketika novel ini akan dibuat film, saya masih belum tergoda untuk membeli atau membacanya. Saya berpikir, dengan kesibukan saya yang bejibun, kapan ada waktu untuk membacanya?
Sampai suatu ketika, promo filmnya yang dibintangi Fedi Nuril (Fahri), Rianti Cartwright (Aisha), Carissa (Maria), Zaskia Adya Mecca (Noura), dan mantan Putri Indonesia 2004 yang pernah ke Tarakan, Melanie Putria (Nurul) gencar diperbincangkan. Barulah saya surfing ke dunia maya. Pertama dapat profil Kang Abik, terus novelnya. Ups… bukannya ilegal mengunduh novel di internet? Tapi telanjur download dan saya mendapatkan novel yang sudah diedit dalam bentuk e-book format CHM File. Ada juga sih yang e-book versi PDF hanya tak seindah format CHM File tersebut. Dalam format ini kita membaca novel seperti membaca di sebuah buku yang sudah usang banget. Soalnya latarnya coklat. Terus di pertengahan kita membacanya ada suara-suara pemain filmnya, sepertinya si editor ingin nuansa filmnya masuk ketika orang membacakan novelnya. Terus kita juga bisa mengunduh Original Sound Track (OST) Ayat Ayat Cinta yang dinyanyikan Rossa. So, sepanjang baca novel kita bisa mendengarkan karya terbaru pencipta lagu Melly Goeslaw. Tumben Melly buat lagu religi. Keren abis!
Saya menghabiskan waktu sekitar 6 jam membacanya tanpa henti, eh, terpotong waktu salat deh kayaknya. Pukul 4 sore sampai malam. Dari ruangan saya di lantai 4, nyambung lagi abis salat di ruangan redaksi, nyambung lagi di halaman parkir Radar Tarakan.
Pun ketika di rumah, nyambung lagi sampai malam membacanya berulang-ulang. Mengharubiru memang. Di tambah suara-suara ketika persidangan Fahri yang dituduh telah memerkosa Noura, gadis yang notabene pernah ditolongnya. Wah, seru! Meski belum lihat filmnya.
Selengkapnya baca novel ini lebih asyik, karena belum tentu versi saya sama dengan versi Anda. Pemahaman saya tentang islam yang masih setengah-setengah juga menjadi faktornya. So, penasaran dengan sosok Fahri yang dicintai Aisha, Noura, Maria dan Nurul? Sebaiknya baca dulu novelnya baru nonton filmnya, atau sebaliknya. Jangan membanding-bandingkan karena masing-masing punya plus dan minusnya. Bisa pusing sendiri entar. Ayat Ayat Cinta the movie tayang serentak di bioskop 28 Februari 2008. Lha, bioskop di Tarakan mana? Yah, ketinggalan lagi deh dengan kota-kota lain di Indonesia.
PPT 2 SEGERA HADIR
Waktu puasa lalu, apa yang membuat kita betah bangun sahur? Apalagi kalau bukan tayangan Para Pencari Tuhan (PPT). Sinetron komedi reliji-nya Dedy Mizwar ini menawarkan suasana yang berbeda dengan sinetron reliji pada umumnya. Segar dan dijamin menontonnya berkali-kali pun tidaklah bosan. Kali ini Dedy Mizwar yang juga membuat sinetron Lorong Waktu, Kiamat Sudah Dekat, serta film Naga Bonar jadi Dua, masih memakai grup lawak jebolan ajang pencari bakat, Bajaj, untuk produksi PPT 2. Bagaimana seru, lucu, dan mengharukannya cerita PPT 2 kali ini dengan OST-nya sama dengan judul lagunya grup band Ungu, kita tunggu saja. (*)
Komentar Terakhir