INI kali keempat saya berusaha untuk memasukkan mobil ke garasi rumah dengan cara mundur. Repot juga sih kalau punya garasi lebih rendah dari badan jalan. Sudah itu mentok, sempit. Kalau nggak pintar-pintar nyetir nabrak pagar deh. Terus akhirnya, nabrak tiang penyangga teras rumah.
Mundur kali pertama sukses, tapi sisi kiri depan mobil tergores sedikit didekat ban. Mobil juga jadinya mepet banget sama tiang teras. Terpaksalah kaca spion kiri ditekuk biar nggak patah dan pecah.
Kali kedua, sukses tapi sempat dipandu pak satpam yang rumahnya bertetanggaan. Duh, malunya. Padahal dah setahun lho belajar nyetir mobil. Kok panggil pak satpam. Iya, waktu itu kondisinya bagaimana ya. di belakang mobil nyaris mentok tiang, di depan mobil nyaris nabrak pagar. Satu-satunya cara, panggil ahlinya. Dipandu pak satpam yang juga jago nyetir, akhirnya bisa juga memasukkan mobil.
Kali ketiga sukses, tapi kali ini saya membuat goresan di sisi kiri depan mobil lumayan banyak. Kali keempat Alhamdulillah setelah berusaha keras akhirnya bisa memasukkan mobil dengan cara mundur ke garasi. Pokoknya tiap hari pantang mundurlah untuk mundur memasukkan mobil ke garasi. Kalau mundur-mundur terus tiap hari, pasti ahli deh.
Parkir mundur ini sebenarnya memang sudah menjadi kekhawatiran saya sejak awal. Tapi instruktur saya kerap meyakinkan. Banyak membawa mobil, banyak belajar, banyak praktek, pasti bisa!!!!! Kata-katanya selalu terngiang-ngiang di telinga saya. Ayo, saya pasti bisa!!!! Biar tiap hari stress mikirin parkir mundur, biar mobil tergores-gores tiap hari, biarpun begitu pokoke pantang mundur untuk mundur (maksudnya parkir mundur). (*)
16
Jan
09
inilah pekerjaan yg sangat susah dikerjakan wanita di seluruh dunia…PARKIR MUNDUR…jadi gk perlu malu mbak
hahahha ternyata dalam Hal “memasukan sesuatu” tetep cowo masih yang lebih ahli dari pada wanita, tapi itu tergantung situasi dan kondisi ma keahlian seseorang,,
KABUR Lageeee….