SUDAH beberapa hari ini cuaca tak menentu di Tarakan. Kadang panas menyengat, kadang sejuk cenderung dingin menusuk hingga ke tulang, kadang pula tiba-tiba langit mendung dan hujan tak merata di beberapa tempat. Bukannya hingga akhir maret itu masih musim hujan? Ah… namanya di Tarakan cuaca nggak menentu dah biasa.
Senin dan selasa ini misalnya. Begitu pagi-pagi ngantor, mendung menggelanyut sepanjang perjalanan menuju ke kantor. Pas di tengah jalan raya petir menggelegar, wah langsung bawaannya takut aja. Allahu akbar…. Ups… nyetir mobil jadinya sedikit oleng. Pas sampai kantor langsung air mengguyur dari langit. Di satu sisi bersyukur. Hujan yang tercurah dari langit kan berkah. Disisi lain kasihan ya, anak-anak loper itu pasti korannya nggak laku deh…
Untungnya hujan tak berlangsung lama. Begitu hujan berangsur rintik-rintik, matahari menyembul di ufuk. Dan… lihat saja… wow… subhanallah pelangi. Hore……………… kok girang banget ya.
Inilah pelangi paling indah yang pernah saya lihat. Mejikuhibiniu (merah jingga kuning hijau biru nila dan ungu). Jelas banget warnanya. Gambarannya seolah-olah Bandara Juwata itu sementara jadi Bandara Pelangi. Karena pelangi itu merentang di sepanjang areal Bandara Juwata tepatnya di depan Kantor Radar Tarakan. Dari lantai 4 jelas banget menikmati keindahan pelangi di waktu pagi.
Selesai potret sana potret sini. Pelangi itu berangsur hilang. Udara kembali cerah. Sebentar kemudian mendung lagi. Eh hujan lagi……………. Langit cerah lagi…..
Akankah pelangi akan muncul lagi esok hari?????
Komentar Terakhir