13
Feb
08

Baingatlah, Buang Sampah Lihat Jamnya

Ikam tuh kalau buang sampah jangan sembarangan. Lihat- lihat jam pang. Jam berapa kena buang sampah. Nanti ikam ditangkap satpol PP disidang pula di pengadilan. Masuk koran malu kita. Ya, kalaunya dendanya sedikit kadada apa-apa pang. Kalau dendanya banyak. Siapa yang mahu membayarakan.
INI cerita tentang salah seorang personel Radar Tarakan, ketika memperingatkan rekan di Kantor Radar Tarakan Biro Berau beberapa waktu lalu. Karena diucapkan dalam bahasa banjar, kurang lebih artinya adalah,”Kamu ini kalau buang sampah jangan sembarangan. Lihat-lihat jam. Jam berapa waktu buang sampah. Nanti kamu ditangkap satpol PP disidang pula di pengadilan. Masuk koran malu kita. Ya, kalau dendanya sedikit tidak apa-apa. Kalau dendanya banyak. Siapa yang mau membayarkan.”
Sementara rekan di Berau sempat diam untuk menerjemahkan arti kata-kata rekan saya tadi. Cukup lama memang. Sejurus kemudian dia menjawab. “Ooo, Tarakan kali yang sudah ada sistem dendanya. Disini belum ada.”
Rekan saya yang memang sehari-hari berlogat banjar karena asalnya dari Martapura Kalimantan Selatan inipun berujar,”Oyaya. Ini Berau. Aku teringat Tarakan terus. Soalnya di rumah (maksudnya rumah di Tarakan) selalu diingatkan keluarga kalaunya buang sampah harus lihat jamnya.”
Kontan saja sesaat kemudian pecahlah suara tawa. “Tarakan teruslah yang diingat. Ingat-ingat kita ini di Berau.” Saat itu memang saya dan beberapa rekan ke Berau untuk persiapan Jalan Sehat Sanggam Ceria (JSSC) 2007. Kebetulan acara bersih-bersih dilakukan malam hari di saat longgar tak sepadat persiapan ketika siang hari.
Saya menikmati perdebatan seru rekan-rekan saya soal denda buang sampah di luar jadwal. Seperti diberitakan Tarakan sedang gencar-gencarnya menertibkan warga agar mematuhi jadwal buang sampah yang sudah ditetapkan DKPP yaitu, pagi pukul 05.00 – 08.00 wita dan sore pukul 17.00 – 19.00 wita. Diharapkan dengan mematuhi jadwal membuang sampah memudahkan truk-truk mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Rekan di Berau itupun menyela,”Tarakan kayak di luar negeri ya. Di luar negeri buang sampah sembarangan didenda bahkan bisa dipenjara. Kayak di Singapura.”
“Emang pernah ke luar negeri?” rekan-rekan sayapun menggoda.
“Lho, Tawau kan luar negeri juga.” kata rekan saya di Berau itu sekenanya yang langsung disambut geer.
Nah, rekan yang tadi memperingatkan pun makin gesit menjawab. Soalnya rekan inilah pemegang keuangan Radar Tarakan selama ini. Pantas saja kalau perhitungan untung rugi juga menjadi pembahasan.
“Kalaunya sampai ada yang ketangkap basah buang sampah di luar jadwal. Bayar haja sendiri. Aku kada mau membayarakan. Rugi perusahaan kalaunya harus bayar denda banyak-banyak.”
“Iya, iya. Orang keuangan ya gitu. Perhitungan. ” Yang lain pun lagi-lagi tertawa.
“Duh, lapar. Kita makan di mana nih?” kata saya.
Rekan di Berau menjawab,”Ke Tepian aja ya. Banyak makanan, lho. Mau apa aja ada. Ada creeps banana semarang, martabak, soto kikil, bakso sapi, tahu campur, dll.”
Tepian adalah nama lokasi di pinggir sungai Segah Berau. Lokasi ini tempat mangkalnya beberapa pedagang kaki lima (PKL). Jam berjualan pun ditentukan mulai pukul 18.00 hingga pukul 03.00 dinihari. Setelah berjualan lokasi ini kembali bersih seperti tak ada kegiatan sama sekali. Sehingga kalau melewatinya ketika pagi hingga sore hari yang ada hanya warga Berau yang tengah bersantai di pinggir sungai Segah sambil menikmati panorama sungai, lalu lalang kapal-kapal dan sunset (matahari terbenam). Tidak hanya menjadi kebanggaan warga Berau, Tepian juga menjadi jujugan pendatang.
Saat jalan santai salah satu rutenya adalah melewati tepian Sungai Segah. Bupati Berau sempat mempromosikan Tepian Segah, yang ramai PKL di malam hari dan bersih di siang hari.
Agaknya soal kebersihan, Berau harus belajar ke Tarakan. Tapi kalau soal bagaimana menata PKL, Tarakan harus belajar ke Berau. So, nggak perlu jauh-jauh harus ke Singapura kan? (anny@radartarakan.com/anny.susilowati@gmail.com)


0 Responses to “Baingatlah, Buang Sampah Lihat Jamnya”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Februari 2008
S S R K J S M
    Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: