16
Feb
08

Biarlah Warga Memilih

PERTAMA kali yang saya baca koran kalau pagi ya poling pilwali-wawali Tarakan. Siapa kandidat yang digadang-gadang jadi calon walikota dan siapa calon wakil walikota Tarakan. Penasaran? Ya iyalah. Sebagai warga kota saya berhak tahu siapa calon pemimpin kota ini di masa depan. Saya tidak ingin seperti membeli kucing dalam karung alias nggak ngerti siapa aja calon pemimpinnya. Saya juga berhak menentukan siapa nantinya calon yang benar-benar layak memimpin kota ini.
Beberapa nama memang saya mengenalnya, tapi saat beberapa nama asing muncul mulai deh saya bertanya-tanya, O ou siapa dia?
“Ini siapa sih? Kayaknya baru tahu namanya. Orangnya gimana? Bagus nggak? Dia pernah bekerja di mana saja. Kesuksesan yang pernah dicapai apa? Asetnya berapa? Latar belakangnya bagaimana? Satu lagi, visi misinya kalau dia terpilih jadi pemimpin apa?” tanya saya kepada beberapa rekan.
Mereka pun menjawab bergantian. Ada yang menyebut si kandidat punya jabatan ini itu, punya perusahaan ini itu, pernah tugas di lembaga tertentu, punya aset sekian sekian, dan sebagainya. Begitupula saat saya menanyakan beberapa nama kandidat yang lain, dengan sigap rekan-rekan saya menjelaskan latar belakang masing-masing calon. Lengkap? Belum. Lha orangnya saya nggak tahu yang mana? Hehehe.
“Kalau mbak, pilih kandidat seperti apa?” tanya rekan saya balik.
“Oh, cowok, cakep, smart, berwibawa, dan…” kata-kata saya dipotong.
“Mau cari kandidat or pacar?’ kata rekan-rekan saya jadi ramai.
“Sorry bercanda.” Kata saya yang langsung menghangatkan suasana sore di pelataran parkir Gedung Silver Radar Tarakan.
Tapi menarik juga saat poling pilwali-wawali dibuka Radar Tarakan, saya sempat berbincang dengan mereka yang secara sukarela mengirimkan poling dukungan. Mengapa Anda mengirimkan poling untuk kandidat tertentu misalnya, dijawab oleh si pengirim dengan beragam alasan. Dari situ, saya bisa menarik kesimpulan warga kota ini ingin perubahan. Apakah selama ini kota ini belum baik? Jawabannya bisa beragam, baik, sudah baik, belum baik atau perlu penajaman program di beberapa sisi. Up to you lah. Wong saya hanya mendengarkan curhat masyarakat kok. Mereka mau ngomong apa aja ya saya dengerin aja sambil manggut-manggut.
Si pengirim poling ada yang curhat, pilih kandidat ini lantaran dinilai piawai mengatasi problem listrik. bagaimana listrik nggak byar pet sehingga tak lagi mengganggu aktivitas sehari-hari, adalagi yang curhat pilih kandidat itu lantaran ingin air PDAM mengalir di rumahnya 24 jam nonstop dengan jernih, tidak berbau, dan tidak bercampur lumpur. Tetapi adalagi yang memilih kandidat lain curhat bagaimana jalanan di kota ini semakin baik, tidak bolong bolong, tidak bergelombang sehingga kalau mengendarai mobil mirip goyang dangdut, bagaimana system drainase yang baik agar tak banjir ketika hujan, bagaimana menjaga Tarakan tetap bersih, sehat dan hijau, bagaimana harga-harga kebutuhan pokok tidak mahal, lapangan kerja banyak, dan lainnya. Juga yang curhat kok kandidat ini mencalonkan diri padahal beberapa kali menolak ketika ditanyai. Lagi-lagi saya hanya bisa berkata, “O, ya? Mungkin warganya yang menginginkan. Bukan sang kandidat. Namanya politik tak ada kawan abadi, dan tak ada lawan abadi, setiap saat selalu berubah.”
Dari beberapa nama kandidat poling saya belum melihat kemunculan kalangan akademisi semisal rektor Universitas Borneo, Direktur AMIK PPKIA, Direktur ABATA, Ketua STIE Bulungan Tarakan, apakah beliau-beliau ini tak mau terjun ke politik, tidak tertarik atau belum ada pendukung dan sebagainya. Juga dari kalangan perempuan Ketua GOW, Ketua PKK, Ketua Muslimat NU, dan organisasi wanita lainnya. Menarik! Bila sosok perempuan hadir. Bukan sekadar pemanis.
Bagaimana ya kalau mereka debat adu program? Seru kali. Tapi harus benar-benar disetting semuanya harus dewasa berpolitik sehingga segala perbedaan menjadi rahmat. Menjadi masukan untuk membenahi kota tercinta ini. Selamat berkompetisi yang sehat dan biarkanlah warga memilih siapa calon pemimpinnya kelak.
(anny@radartarakan.com, sedang membaca buku “Barack Obama, Menerjang Harapan dari Jakarta Menuju Gedung Putih”)


0 Responses to “Biarlah Warga Memilih”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Februari 2008
S S R K J S M
    Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: