06
Mar
08

Migrain Datang, Saatnya ke Salon

(Maaf, maaf. Baru bisa update nih!!!!)

AKHIR pekan lalu saya migrain alias sakit kepala sebelah. Rasanya wuih sakit banget. Kalau sudah begitu nggak bisa kerja, jangankan kerja berdiri atau duduk saja nggak bisa. Selama tiga hari pula terbaring di tempat tidur. Pokoknya benar-benar istirahatlah. Sampai senin serangan migrain tak kunjung reda. Terpaksalah izin tak masuk kerja. Gimana lagi.

Disini saya berpikir kira-kira faktor apa aja ya yang membuat saya terkena migrain. Saya berusaha mengenali diri saya sendiri. Oh, saya memang beberapa hari ini tak mudah tidur nyenyak lantaran masih memikirkan pekerjaan di kantor, padahal saya sudah berusaha membagi waktu sebaik mungkin. Kedua, saya makan makanan junk food dan mengandung penyedap rasa. Ketiga, berkaitan dengan siklus bulanan (biasa perempuan).
Selasa saya nekat ngantor walau masih migrain. Nekat nyetir walau kepala rasanya nyut-nyutan. Harus bisa! Kata saya dalam hati. Soalnya pekerjaan menumpuk di kantor. Oleh Office Boy (OB) kantor saya minta dibuatkan secangkir kopi manis. Mereka pada heran semua, kok saya minta dibuatkan kopi. Memang jarang-jarang sih minum kopi. Tetapi ajaib. Subhanallah migrain yang berhari-hari saya derita langsung hilang. Saya kecanduan kopi? Bisa saja kan doanya para office boy kantor? Hanya Allah-lah yang tahu.

Mengapa kopi bisa mengobati migrain? Migrain itu sebenarnya apasih? Bagaimana mencegahnya? Penasaran, saya memilih surving di internet. Dari berbagai sumber, migrain memang penyakit pembunuh no 3 di dunia. Walah-walah menakutkan. Cara penanganan migrain, menurut beberapa situs adalah
(1) Kenali pencetusnya, misalnya dari makanan yang kita makan dan lain-lain sehingga untuk sementara waktu menghindarinya.

(2) Istirahat dulu. Otak kita ibarat komputer butuh istirahat juga.

(3) Minum jahe hangat untuk meredakan.

(4) Dalam beberapa kasus, minum sedikit kopi atau teh bisa juga meredakan migrain.

(5) Sebaiknya tidak mengendarai kendaraan dahulu. Bila migrain mendadak, sebaiknya meminggirkan kendaraan.

(6) Hindari asap rokok

(7) Olahraga deh

Oleh salah satu rekan saya diingatkan karena sudah lama tidak memanjakan diri di salon langganan. Alamak! Mana sempat. Itupun kalau ke salon lihat-lihat dulu soalnya lama. Jadinya malas. Selain itu saya kan berjilbab, jadi agak memilih-milih salon. Tapi rekan saya ini pantang mundur mengompori saya untuk melakukan perawatan. Kayak artis aja. Saya sudah cantik alami. Protes saya. Tapi sudahlah, namanya diajak. Ayolah.
Saya menuju salon safira di belakang Kantor Pengadilan. Salon tradisional yang dikelola Bu Manaf. Lha, saya sendiri baru nyobain salon ya kalau nggak ke salon safira ya ke salon Elizabeth samping Polres Tarakan. Hanya dua salon? Yup, alasannya paling dekat dan sekalian lewat.

Biasanya ke safira tiap 2 minggu sekali. Sudah 3 bulan ini saya nggak kesana karena sibuk. Lagi-lagi sibuk jadi kambing hitam. Hehehe. Namanya ke salon safira, pastilah aktifitas saya ya sauna (mandi uap hangat) dengan aroma rempah-rempah, pijat tradisional dengan minyak zaitun, lulur wangi, sauna lagi, mandi susu, terakhir ratus (uap wangi rempah-rempah). Nah, lho, berapa lama waktunya, susah ya jadi cewek mesti perawatan ini itu.

Tapi kali ini saya hanya mandi sauna, pijat, lulur wangi ketan hitam (ini baru lho), terus sauna lagi. Soalnya saya tiba di salon ini sudah jam 5 sore. Waktu saya hanya sebentar. Manjur sih. Badan rasanya rada enakan dikit. Selesai perawatan biasanya bapak dan ibu pemilik salon yang sudah seperti ayah ibu saya sendiri itu menghidangkan secangkir jahe kental hangat. Wuih… rasanya pedes, hangat, enak deh.
Usai perawatan, bersama teman-teman saya menuju ke Milo Café di bilangan Kusuma Bangsa. Ini café baru yang pemiliknya juga juragan roti di Kampung Bugis. Saya pesan rujak manis dan teh bunga matahari. Kok malam-malam ngerujak. Ya, lagi pengen aja. Ada menu baru, es campur. Campurannya ada cendol, jagung manis, buah longan, agar-agar, disiram susu cair manis. Cobain aja…. Sebenarnya saya kalau ke sini lebih suka makan bandeng prestonya yang lezat. Tapi karena takut migrain kambuh lagi, saya memilih rujak saja.
Usai dari Milo Café, sempat singgah sebentar ke Warung Sarabba (minuman khas Makassar, campuran dari jahe, santan kelapa) dan Jalangkote (pastel goreng isi ayam, mie dan telur) . Bukan mau makan sih, cuma ngantar tiket konser Nidji-Peterpan. Kebetulan pemiliknya yang sudah saya kenal itu pesan tiket dan minta diantarkan. Eh, malah dibawain jalangkote banyak banget. Syukurlah.
Perjalanan menuju ke kantor, badan saya mulai pegal-pegal seperti memberi tanda saya harus segera istirahat. Ngobrol-ngobrol sebentar, saya pulang di antar teman-teman kantor. Sudah nggak kuat lagi. Akhirnya tiba di rumah langsung istirahat deh. Tidur jadi nyenyak banget. Subhanallah. Kalau kita capek, sebenarnya tubuh kita sudah memberikan sinyal-sinyalnya. Seperti migrain itulah…


0 Responses to “Migrain Datang, Saatnya ke Salon”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: