10
Mar
08

Antre Beli Tiket, Berbecek Ria, Didorong Pas Keluar Venue

Ketika Nidji-Peterpan Manggung di Tarakan (2-habis)

Minggu, 9 Maret 2008

Pukul 11.00 wita diajak pemilik Hotel Dinasty, Tony, untuk makan siang di kawasan THM. Saya memilih ngebakso dan minum teh segar.

Pukul 12.00 wita ke Milo Café pesan kue tar untuk ayahanda Tony yang sedang ultah ke-56.

Pukul 12.15 wita ke venue Nidji-Peterpan, Lapangan Sepakbola Boom Panjang. Begitu tiba disambut hujan deras. Akhirnya balik lagi ke hotel untuk istirahat.

Pukul 19.00 wita, dari hotel menuju ke venue naik angkot. Beli tiket dan masuk ke lokasi acara setelah diperiksa. Ups… 2 botol air mineral terpaksa direlakan untuk Pak Polisi yang bertugas. Soalnya kan nggak boleh bawa minuman botol masuk ke lokasi acara. Meskipun tetap disuruh bawa, saya memilih untuk mengikuti peraturan yang ada. Ketimbang nanti ada keributan gara-gara saya kan berabe.

Pukul 20.00 – 22.00 wita konser dimulai.
Pertama tampil Peterpan, membawakan 10 lagu. Kemudian Nidji juga 10 lagu. Nyanyi-nyanyi sendiri, goyang-goyang sendiri, enjoy banget. Aman lagi. Ups… kok ada sih orangtua yang tega membawa anak-anaknya yang masih balita nonton konser. Kasihan kan? Mana hawa dingin abis hujan, belum lagi asap rokok penonton. Nah, ditambah disiram air lagi sama pemadam kebakaran. Kasihan deh balita-balita itu. Tolong dong, konser bukan untuk balita.

Pukul 22.00 wita pulang.
Karena rombongan massa lewat pintu belakang antre deh. Sempat ada aksi dorong dorongan kemudian minggir di sudut sambil menanti massa reda. Nggak cuma di depan lokasi, pas menuju arah pasar Boom Panjang antre makin menjadi. Becek lagi. Bau kambing lagi. Kebetulan lokasi acara dekat kandang kambing rupanya. Nggak ada tempat lain untuk konser di Tarakan ini. Ah… ada akal. Mampir dulu ke “Pasar Kaget”. Disini dijual makanan minuman pernak pernik yang khusus ada saat konser.

Pukul 22.30 wita
Antrean rupanya masih panjang. Lewat depan rumah Pak RT 27, saya dan adik melewati titian jembatan kayu menuju halaman parkir Pasar Boom Panjang yang luas itu. Alhamdulillah nggak becek lagi. Jalanan raya masih ramai. ada yang naik mobil, motor, atau duduk-duduk di median jalan. Tetapi adapula yang jalan kaki pulang ke rumah. Setelah jalan kaki sebentar menanti angkot, akhirnya dapat angkot juga untuk kembali ke hotel. Mampir di warung isi perut dulu. Pilihannya warung Jawa Timur depan Hotel Dynasty.

Pukul 23.30 wita kembali ke kamar hotel. Tidur? Nggak dulu. Ngecek berita-berita konser. Masih koordinasi untuk kepulangan artis keesokan harinya. Mengecek pekerjaan teman-teman EO. Nonton teve dulu, ngetik dulu, baru tidur pukul 01.00 dinihari.

Thanks guys (Aksa, Cia, EO Cs) sudah menyuguhkan tontonan untuk warga Tarakan dan utara Kaltim yang haus hiburan. Cuma PR-nya dimana lagi lokasi konser yang bagus selain di Lapangan Sepakbola Pasar Boom Panjang? Syaratnya nggak becek, nggak bau kambing, hehehe….


0 Responses to “Antre Beli Tiket, Berbecek Ria, Didorong Pas Keluar Venue”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: