12
Mar
08

Tidur Terbatas, Makan Sering Telat tapi Terbayar dengan Kesempatan Foto Bareng

GIRING NIDJIARIEL PETERPAN

Suka Duka Kru Radar Tarakan dan RTFM Sukseskan Konser Peterpan dan Nidji

Kesibukan kru EO Radar Tarakan dan Radar Tarakan FM (RTFM) menjelang kedatangan, saat manggung dan kepulangan 2 band papan atas, Nidji-Peterpan, di Tarakan cukup menguras waktu dan tenaga. Bagaimana suka duka mendampingi artis, berikut ceritanya.

HERLIN LILING TASIK

SEJAK ada kabar Tarakan menjadi tuan rumah konser A Mild Live Rising Stars Nidji-Peterpan, kru Radar Tarakan dan Radar Tarakan FM (RTFM) sudah sibuk. Mulai dari persiapan izin konser, panggung, hotel, pengamanan, tim medis, pemadam kebakaran, kendaraan, sampai penjualan tiket. Makin disibukkan lagi banyaknya pemesanan tiket via telepon, padahal jauh-jauh hari sudah dikabarkan pembelian tiket hanya di Gedung Silver Radar Tarakan dan Studio RTFM.

Tak sedikit juga teman, keluarga bahkan kenalan meminta tiket gratis dari panitia.
“Bukannya pelit atau apa memang tiket harus beli. Jangankan teman, karyawan Radar Tarakan dan Radar Tarakan FM pun sudah diwajibkan pimpinan untuk membeli tiket bila nonton konser. Ini supaya tertib, karena kita mengimbau warga tertib maka di intern kita sudah menertibkan diri,” kata Cia, sekretaris EO Radar Tarakan.

Tak terkecuali Pemimpin Perusahaan Radar Tarakan Anny Susilowati, yang harus rela antre tiket untuk bisa nonton konser tanpa ada pengistimewaan. Mbak Anny—panggilan akrabnya juga harus mengungsi ke hotel terdekat, karena tak mau terhambat aktifitasnya gara-gara terjebak banjir di depan Idec yang pernah dialaminya. Apalagi mobil operasional semua untuk melayani artis dan kru.

Begitupun dengan Indra Zakaria, redaktur pelaksana Radar Tarakan yang terpaksa menggunakan motor saat pergi dan pulang ke kantor, bahkan pernah naik angkot karena mobilnya juga dipakai untuk operasional artis.

Kru Radar Tarakan FM yang didaulat mengkoordinir tiketing juga sibuk. Studio yang terletak di Jl Yos Sudarso ini hari-hari dibanjiri fans yang akan membeli tiket. Mbak Vivi yang tengah hamil 7 bulan pun tak ketinggalan bersemangat.

”Aku kok ngidam jualan tiket Nidji-Peterpan. Boleh ya. Siapa tahu anakku cakep kayak Ariel Peterpan,” katanya yang disambut hangat kru.

Tugas berat menanti tim bagasi yang harus mengamankan barang-barang artis dan kru. Begitupun tim transportasi yang harus standbye 24 jam mengantar kemanapun artis dan kru pergi. Sehingga harus siap-siap menahan lapar. Baru makan ketika artis sudah beristirahat.

Paling berat adalah saat mengamankan artis dari serbuan fans di malam hari. Jadwal artis yang seharusnya makan malam di luar hotel terpaksa harus carut marut. Panitia terbelah. Mengamankan artis yang telanjur ke luar dan menjaga yang masih di dalam hotel. Koordinasi harus dilakukan beberapa kali dengan 911 alias bodyguard-nya artis.

”Saya jagain Giring (vokalisnya Nidji). Eh, Giring sempat ditarik fans. Tiba-tiba saya digebuk fans dari belakang. Wah, cepat-cepat saya dan kru mengamankan Giring. Asal jangan Giring yang kena gebuk, bisa lain nanti beritanya di Jakarta. Imej untuk Tarakan juga buruk,” kata Marojohan, salah satu kru.

Ketika malam semakin larut dan artis tengah beristirahat, saatnya kru makan malam. Kalaupun harus tidur, harus berbagi tempat di satu kamar. Maklumnya, semua kamar hotel penuh. Hanya satu kamar untuk panitia. Ada yang tidur di lantai tanpa alas, ada yang tidur di kursi yang disusun berjejer, yang tidur di kasur pun tak pakai bantal. Sungguh istirahat yang tak nyaman. Tapi harus dilakukan demi tugas.

Manajer EO Radar Tarakan, Nur Aksa Yahya lebih parah lagi. Sudah tak bisa istirahat berhari-hari, koordinasi dengan berbagai pihak, dan mengecek venue (tempat konser). Saat konser pun kru panitia tak bisa menikmati penuh pertunjukkan Nidji-Peterpan. Semua harus standbye dan waspada, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Syukurlah konser berjalan aman dan tertib.

Usai konser, rombongan artis kembali ke hotel tapi tidak demikian halnya dengan beberapa kru yang tertinggal. Lantaran mendahulukan artis agar tak diserbu fans, banyak yang tertinggal mobil. Akhirnya antre angkot hingga malam untuk bisa kembali ke hotel untuk melanjutkan koordinasi. Tim tiketing Radar Tarakan FM malam itu juga harus lembur untuk laporan, mengingat tim Jakarta akan kembali bersama artis keesokan harinya. Semua harus dilakukan serba cepat dan akurat. Untunglah kru Radar Tarakan sudah terbiasa dengan bekerja di bawah tekanan alias deadline.

Pekerjaan kru belum tuntas. Masih ada satu job lagi, yaitu mengantar artis ke Bandara Juwata. Wuih, lagi-lagi panitia belum bisa tersenyum lega. Tapi di saat-saat inilah satu-satunya kesempatan panitia diperbolehkan foto bareng. Setelah sebelumnya selama dua hari dua malam menahan diri walau hanya sejenak foto bersama artis idola.

”Kru Radar Tarakan silakan foto-foto. Terserah mau dengan siapa. Bebas,” kata salah satu kru Jakarta.

Tanpa dikomando lagi, klak-klik handphone dan kamera digital untuk mengabadikan diri dengan sang idola. Bagor, kru panggung langsung mendekati idolanya. Terbayar sudah kelelahan selama mendampingi artis, walau sekadar bisa foto bareng idola justru di detik-detik terakhir keberangkatan ke Jakarta.

”Saya nggak mau pulang ah. Saya mau di Tarakan aja. Di sini enak. Kru-krunya ramah-ramah. Nanti di Jakarta pasti sidang lagi,” kata Ariel yang disambut geer rekan-rekannya. Maklum sehabis dari Tarakan, Ariel bakal hadir di Pengadilan Agama Jakarta Barat untuk sidang perceraian dengan istrinya Sarah Amalia.

Lain halnya 911 bodyguard artis dari Jakarta, yang sempat memuji kru Radar Tarakan.
”Radar Tarakan terima kasih ya. Disini menarik. Konser paling menarik lah dari tur se-Kalimantan. Tapi kok kru Radar Tarakan kecil-kecil ya,” katanya yang lagi-lagi langsung disambut tawa.

Ups, artis pulang tugas lainnya menanti, kru panggung harus mensterilkan lokasi.
Cia sampai tertidur di meja lobi saking lelahnya. Tugas seluruhnya baru selesai sekitar pukul 8 malam. Benar-benar pengalaman berharga.(***)


0 Responses to “Tidur Terbatas, Makan Sering Telat tapi Terbayar dengan Kesempatan Foto Bareng”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: