14
Mar
08

Byar Pet Lagi, Beli Nasi Bungkus di Kampung Enam

KAMIS (13/3/2008) saya masih di rumah. Udara dingin pagi ini lebih dingin dari sebelumnya. Masuk musim hujan, jalanan banjir, becek, ah… nyuci mobil lagi. Capek deh…. Kan nggak enak lagi ke kantor mobil kotor?

Buat yang sering lewat depan Idec, hati-hati banjir. Nggak tahu ya kenapa sering banjir sih daerah itu. Karena emang daerah catchment area (daerah tangkapan air) sudah tidak adalagi, apalagi ada proyek masjid raya. Tapi memang problemnya karena drainasenya kecil, malah nggak ada sama sekali.

Pagi-pagi mau minum teh hangat dan makan mie instan ah… listrik kembali byar pet. Saya buka-buka koran pagi nggak ada pengumuman kalau ada pemadaman listrik. Mungkin saja, kalau nggak monyet, kelelawar, burung, atau layangan. Mungkin saja pemeriksaan rutin. Nggak biasanya PLN Tarakan, PLN terbaik kedua se-Indonesia setelah batam itu nggak ada pengumuman biar secuil.

Pagi-pagi listrik padam, langit mendung, udara dingin. Enakan tidur. Tapi, di tempat tidur ya nggak bisa juga mata ini terpejam. Nggak enak sih kalau nggak ada informasi apapun soal kantor. Koordinasi aja dengan teman-teman via HP flexi, murah meriah.
Aktifitas selanjutnya, buka-buka email. Pas buka email di HP, ah, nggak bisa juga. Pasti juga di kantor nggak bisa. Karena ada pemberitahuan dari Telkom kalau speedy di kantor mau diupgrade sampai siang baru selesai. (Di-upgrade apa emang rusak. Kan ada di informasi di situs internet kalau jaringan internasional ngadat, lantaran kabel optik Telkom kena proyek flyover di Riau, hehehe. Up 2 u lah)

Mau ngantor malas. Mau tidur malas juga. Bawaannya kok jadi malas ya. Cuaca-cuaca, kok juga jadi nyalahin cuaca. Tapi perut dah mulai keroncongan. Di rumah memang tak ada kompor. Saya memilih praktis saja, dispenser untuk air panas, air dingin. Rice cooker multifungsi yang nggak cuma untuk masak and menanak nasi, tapi juga bisa juga berfungsi untuk memasak sayur, menggoreng tempe tahu, ikan, dll.

Saya maunya sih praktis. Memasak kok merepotkan. Dengan peralatan praktis memasak biasa jadi istimewa, khas anak kos. Maklum di negeri orang.

Lha saya cuma berdua sama adik, mau masak apa juga pasti porsinya kan nggak banyak. Tapi… menderita juga kalau pas listrik byar pet. Ya, sudah beli nasi bungkus ajalah di Kampung Enam, dekat rumah.

Selesai makan, ealah listrik baru nyala…. Sementara adik sibuk di dapur menyiapkan makanan masakan sendiri untuk makan sore dan malam. Saya sibuk koordinasi dengan teman-teman radio. Mereka mau datang ke rumah. Ya, udah ngantor di rumah aja. Tapi asyik aja kali ya kalau Tarakan ini ada internet gratis (nggak cuma di taman oval). Kemana-mana ada sinyal internet, jadi nggak perlu ngantor lagi. Ngirit bensin, mengurangi polusi udara, hehehehe.

(Asal jangan jadi alasan malas ke kantor aja….)


0 Responses to “Byar Pet Lagi, Beli Nasi Bungkus di Kampung Enam”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: