27
Mar
08

Bulungan Traffic Light Baru, Goodbye Drum

“Sibukkah? Kalau nggak sibuk cobalah sesekali ke Bulungan. Jangan di Tarakan terus yang banyak acara. Sesekali bikin acara di Bulungan-lah. Cuma satu jam juga dari Tarakan,” kata salah satu kolega saya dari Bulungan.
Kebetulan saat itu seperti biasa, saya sedang mengecek laporan rekan-rekan. Sejenak melihat agenda, saya langsung bilang ke kolega saya itu.

“Ya. Lama juga saya tidak ke Bulungan. Tapi apa yang baru sih di Bulungan?” tanya saya balik.

Kolega saya itupun bilang sebaiknya saya sendiri yang mencari apa yang terbaru di Bulungan. Saya pun tertawa dibuatnya.

Akhirnya saya berangkat ke Bulungan. Kebetulan ada suatu urusan yang harus saya selesaikan. Ya, sekalian lah. Ups, mau berangkat hujan deras. Jadi maju mundur antara berangkat atau tidak bercampur dengan takut. Bismillah berangkat ajalah.

Begitu sampai, saya langsung diajak rekan-rekan wisata kuliner. Seperti biasa, setiap singgah di suatu daerah pasti saya tanya makanan enak di sini apa. Dan kali ini rekan-rekan saya mengajak ke Milo. Menu yang dipesan, udang goreng tepung, tahu sayur ala chinesefood.

BELOK KIRI KOK ADA LAMPU MERAH?

Usai makan, saya dan dua rekan saya ini langsung menuju kantor biro di Jl Mangga. Nah, saat melewati jalan raya ada pemandangan menarik. Bulungan punya traffic light! Wow…. Hebat euiy… seingat saya ada beberapa titik. (saya nggak hafal jalan apa saja. Beberapa ke Bulungan dan mengelilingi jalan-jalannya saya masih belum hafal juga).
Tapi pas di persimpangan jalan lampu merah menyala. Lucunya kendaraan yang berhenti hanya beberapa saja. Bisa dihitung jari. Sangat kontras dengan Tarakan yang kalau sudah lampu merah wah banyak banget kendaraan yang antre. Berapa lama stop di lampu merah? Nggak lama. Sebentar banget. Karena kendaraannya kan tidak seramai Tarakan.

Nah, lucunya lagi nih, kalau belok kiri kan jalan terus. Ini belok kiri ada lampu merah menyala juga. Lho kok? Iya menyala, tapi hanya sebentar saja. Baru kali ini saya menemukan belok kiri, berhenti dulu sebentar di lampu merah, baru jalan terus.
Saya dan rekan-rekan membahas soal lampu merah ini. Salut tuk Bulungan karena meskipun volume kendaraan baru sedikit minimal dengan traffic light bisa meredam angka kecelakaan lalu lintas. Selain itu menambah keindahan kota. Kalau biasanya pemandangan drum-drum belang-belang di berbagai persimpangan jalan sebagai penanda bagi kendaraan, sekarang sudah ada traffic light untuk jalan besar, dan fiberglass kuning untuk jalanan kecil. Goodbye drums.

TERAPI KAPSUL SEKALIAN SAUNA

Karena pertemuan dengan kolega saya itu kembali dijadwalkan malam, maka agenda saya selanjutnya adalah refrershing dulu. Ketimbang bengong menunggu hingga malam. Lebih baik memanjakan diri sendiri dulu. Lelah naik speedboad bisa sedikit hilang. Mengarungi perairan dari Tarakan-Bulungan memang hanya satu jam, tapi capeknya itu lho. Meski hanya duduk-duduk saja di speed.

Pilihan jatuh ke tempat terapi kapsul dan sauna di depan Kantor Biro Radar Tarakan di Bulungan. Kebetulan sudah kenal dan menjadi langganan setiap kali ke Bulungan, ya sudah langsung dipersilakan saja. Terapi kapsul, saya sederhanakan saja bahasanya dengan “pijat mesin”. Kita baring-baring saja di sebuah alat yang mirip kapsul. Sambil tidur-tiduran, sudah deh, alat ini akan memijat sendiri bagian belakang tubuh kita. Naik turun dan terasa hangat.

Pijat biasa dengan pijat mesin, rasanya sama-sama enak dan nyaman di badan, hanya kalau pijat mesin badan tak terlalu berminyak. Usai dipijat oleh mesin, gantian sauna alias mandi uap panas. Tinggal masuk ke dalam lemari tunggu 15 menit keringatan deh. Nggak perlu berlari-lari keliling lapangan sepakbola. Cukup duduk-duduk saja dan keringat yang keluar sama dengan keringat saat kita berlari-lari atau joging. Saya pilih praktisnya saja. Kalau fresh begini dijamin saat besok kembali ke Tarakan atau tidur di malam hari jadi nyenyak. Duh, enak banget deh. Jadi pengen tidur, ups… janji makan malam sambil ngobrol dengan kolega saya itu pukul 8 malam. Siap-siaplah….

Usai makan malam, bawaannya memang langsung tidur. Soalnya kekenyangan menyantap udang sungai kayan Bulungan. Lezat banget. Padahal cuma dibakar doang. Subhanallah, Allah itu menciptakan makanan yang lezat alami untuk dinikamti penduduk negeri. Masihkah kita tidak mensyukuri?

KENANGAN SEWAKTU DI BULUNGAN (DULU LAGI)

Saya beberapa kali memang ke Bulungan. Bahkan saat bosan di Tarakan, saya “bersembunyi” –nya ya ke Bulungan. Pergi pagi, tidur atau jalan-jalan baru pulangnya sore, fresh lagi deh. Ke Bulungan tepatnya ke Tanjung Selor relatif mudah ke sana lantaran speedboad setiap jam selalu ada. Jadwal keberangkatan speedboad pertama pukul 06.30 pagi dan speedboad terakhir pukul 5 sore.

Pertama kali ke Bulungan sekitar tahun 2002 atau 2003. Bersama teman-teman dari Tarakan kita refreshing ngisi liburan akhir pekan. Kemana lagi kalau bukan ke tempat wisata air terjun di KM 18. Saat itu sekitar lokasi masih becek, saya sempat terjatuh 2 kali. Gedebuk! Wah, ditolongin deh. Lebih mengerikan lagi karena ternyata teman-teman saya yang satu rombongan terkena gigitan lintah. Hiiiii…. Serem.

Untung di antara teman ada yang jadi “pawang lintah” jadi ya nggak masalah. Itulah untuk kali pertama dalam hidup saya melihat lintah si penghisap darah. Jadilah kami satu rombongan melihat-lihat ke sandal, sepatu, jari-jari kaki hingga tangan. Siapatahu si lintah menempel. Untunglah tak ada lintah yang ingin mengisap darah saya. Mungkinkah karena saya memakai lotion anti nyamuk yang baunya menyengat? Wallahua’lam.

Lokasi wisata lainnya yang pernah saya kunjungi adalah Gunung Putih dan Kraton Kesultanan Bulungan. Gunung putih yang sebenarnya adalah gunung batu gamping dulunya masih sering dimanfaatkan masyarakat sekitar. Namun seiring dengan pelestarian lingkungan, dan keselamatan wisatawan yang berkunjung ke sana maka tempat wisata ini dilarang untuk digali.

Konon menurut cerita, Gunung Putih menyimpan harta karun Kesultanan Bulungan. Saat masa perjuangan dulu, untuk menyelamatkan diri dari musuh gunung ini menjadi lokasi pertahanan. Termasuk menyimpan harta karun kesultanan. Benarkah?

Saya paling suka berwisata ke sini. Udaranya sejuk. Kalau naik menuju ke gunung ada beberapa anak tangga yang harus dilewati. Coba dihitung. Saya sempat menghitung 100 anak tangga saat ke atas, tapi ketika turun kok hanya 86. Mau naik lagi, ah, ngos-ngosan deh. Hati-hati licin, pegangan saja dengan kayu atau besi di samping tangga yang dibuat permanen. Lokasi ini memang agak kurang terawat dengan baik, padahal bila dinas instansi terkait konsen terhadap tempat wisata ini hasilnya bisa lumayan untuk mengisi kas daerah. Untuk warga sekitar juga demikian terkena imbasnya. Perekonomian akan berkembang dan menciptakan pasar atau daerah perekonomian baru di sana. Lainnya belum pernah

Saat akan kembali ke Tarakan di pelabuhan speed saya melihat peta lokasi wisata Bulungan. Wah, banyak juga. Ada makam keramat Datu Adil? Ada sumber air panas, ada air terjun, dan masih banyak lagi.

Tapi setiap kali mengingat Bulungan, yang saya ingat daerah sentra buah-buahan. Sepertinya setiap saya ke Bulungan, selalu ada buah-buahan local yang tidak kalah dengan daerah lain. So, kalau ditawari langsat dari tawau eiiiit entar dulu di Bulungan langsat dan duku jauh lebih enak. Atau jangan-jangan langsat Bulungan dijual dengan nama langsat tawau lantaran membeli produk luar negeri itu terasa keren. Ah, kuno. Saatnya buah-buahan lokal menjadi raja di rumah sendiri. Ingat buah ya ingat Bulungan. Ting!


0 Responses to “Bulungan Traffic Light Baru, Goodbye Drum”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: