24
Apr
08

Pak Agus dan Kuch Kuch Hotahai

AGUS WINARNO, manajer iklan Kaltim Post Biro Samarinda telah berpulang ke hadirat ilahi Kamis (17/4/2008) lalu. Mengagetkan memang. Orangnya terkenal sangat baik, tidak ada catatan buruk sedikit pun yang saya temui saat bertemu dengan rekan-rekannya baik di kantor maupun di luar kantor. Sempurna. Itu menurut kami, rekan-rekannya. Belum apa kata Allah. Semogalah arwahnya diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amien.

Bagi saya, Pak Agus –demikian dia disapa—orangnya sangat ngemong. Mulai saya belajar menulis, jadi ingat nih masa-masa magang di Kantor Kaltim Post Samarinda. Awal karier saya dari sini. Selalu senyum, selalu ramah, tak suka marah. Paling hanya diam sebentar lalu melanjutkan lagi kata-katanya. Curhat masalah anak-anak magang kerap kali dengan beliau. Pokoknya mulai urusan pribadi, pacar, mantan pacar hingga orang yang ditaksir sampai urusan duit saya pernah curhat ke pak Agus.

“Tenang aja nik. Rejeki takkan kemana,” katanya yang lantas tertawa.

(Pak Agus selalu memanggil saya dengan nama Anik bukan Anny)

Pernah juga dia berkata,”Cowok itu (teman sesama magang) kayaknya naksir kamu, Nik. Aku bisa baca tanda-tandanya.”

Pas patah hati pun Pak Agus senantiasa menghibur. “Anik patah hati ya, cowok alim itu nikah sama orang lain? Iya kan? Masih banyak cowok yang lain. Allah itu nggak membiarkan hamba-hambanya sendirian kok, Nik. Aku dulu juga naksir berat sama anaknya kiai. Cantik, alim. Tapi dia dijodohkan sama orangtuanya dengan orang lain. Ya sudah hai. Namanya nggak jodoh mau diapakan lagi.” (Gaya bicaranya Pak Agus tenang banget. Nggak ada guratan kecewa atau apa)

“O, itu to. Makanya bapak lari ke Kalimantan. Gitu ya?” saya nyeletuk tiba-tiba.

“Ah, Anik tahu aja. Hehehe.”

“Terus, cewek yang bapak taksir itu sekarang dimana?” kata saya lagi penasaran dengan ceritanya.

“Ada ai. Tapi ya bagaimana lagi. Suratan takdirnya begitu. Dia menikah dengan orang lain, aku dengan ibunya anak-anak.” ujar Pak Agus lagi.

“Oooooo….” Kata saya sambil meneruskan mengetik berita.

Yang saya ingat lagi dari pak Agus lagi adalah cerita tentang Kuch Kuch Hotahai. Bukan film india yang dibintangi Shahruk Khan itu lho. Ini cerita lain ketika dia menunaikan ibadah haji.

Waktu itu kata Pak Agus dia sedang belanja barang. Terus yang jualan orang india. Susah banget tawar menawarnya. Pas itu Pak Agus langsung ingat film yang lagi booming di Indonesia “Kuch Kuch Hotahai”. Langsung nyeletuk begitu saja padahal Pak Agus nggak ngerti artinya apa. Wuih, dahsyat bo! Pedagang india tadi langsung berubah baik dan menganggap Pak Agus saudaranya, meskipun nggak ngerti bahasanya apa. Barang yang diinginkan Pak Agus pun didapat. Pas di Indonesia, pak Agus berusaha mencaritahu apasih artinya Kuch Kuch Hotahai. Ternyata artinya KAU YANG MENGGETARKAN HATIKU. Ealah, dikiranya Pak Agus memuji diri pedagang itu. Padahal asli Pak Agus pun nggak tahu artinya apa, cuma nyeletuk doang.

Pak Agus, Pak Agus. Ada-ada saja. Selamat jalan ya pak. Budi baik bapak selamanya akan saya kenang. Thanks atas semua ilmu yang diberikan pada saya. (anny@radartarakan.com)


0 Responses to “Pak Agus dan Kuch Kuch Hotahai”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: