25
Apr
08

Tampang Boleh Bule, tapi Pintar Bahasa Jawa

Sisi Lain Kunjungan Staf Kedubes AS ke Radar Tarakan (1)

Salah seorang tamu dari Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat memiliki nama yang sangat Indonesia, Aryani. Tetapi memiliki nama belakang asing, Manring. Dia memang gadis blasteran Indonesia-Amerika, tetapi yang menarik dia bisa berbahasa Jawa.

ANNY SUSILOWATI

“MBAK Aryani, apakah Anda separo Indonesia dan separo Amerika?” tanya saya saat sesi makan malam di restoran dekat gedung silver Radar Tarakan. “Ya, ayah saya Amerika dan ibu saya orang Indonesia,” katanya.

“Indonesia tepatnya di mana?” tanya saya lagi.

“Ibu saya orang Jogjakarta, tapi sekarang tinggal di Jakarta,” jawabnya lagi.

“Ealah, wong Jowo to (orang jawa ya). Mbak Anny orang Tulungagung juga tuh,” kata Wartono, salah seorang anggota Rotary Club Tarakan menunjuk ke arah saya.

“Oh, bukan. Saya bukan orang Tulungagung. Ayah saya Nganjuk Jawa Timur. Ibu saya juga Jogjakarta. Tapi saya tak punya tanah air Jawa. Karena saya lahir dan besar di Balikpapan. Kalau mudik malah ke Balikpapan saja,” kata saya lagi yang langsung disambut geer para tamu dari kedubes Amerika dan Rotary Club Tarakan.

“Aryani, apakah Anda juga bisa berbahasa Jawa?” tanya saya lagi.

“Aku iso setitik-setitik (saya bisa berbahasa Jawa sedikit-sedikit),” ujarnya dalam bahasa Jawa yang medok.
Ucapannya ini makin menghangatkan suasana. “Jadi kalau ada orang berbahasa Jawa ya ngerti la ya,” ujar saya.

”Kalau bahasa Jawa kasar mungkin saya masih bisa. Tapi kalau Jawa halus waduh tak bisa lagi. Saya tak mengerti lagi,” tuturnya sambil kedua tangan digerakkan menyilang.

“Wah, sama. Saya juga. Meski di rumah Balikpapan masih berbahasa Jawa. Ketika di luar rumah agak sulit mengucapkan lagi. Ngerti sih, tapi sulit ngomongnya,” ujar saya lagi.

“Anda ini unik, bule tapi bisa berbahasa Jawa karena memang punya ibu dari Jogjakarta. Lebih unik lagi Elizabeth, sinden yang sering nongol di layar kaca JTV Surabaya itu lain. Dia bule yang benar-benar mempelajari budaya Jawa. Lihat dia nembang Jawa dan logatnya pun medok khas orang Jawa, bener-bener seperti orang Jawa,” jelas saya.

“O, ya, apakah rambutnya keriting?” tanyanya lagi.

“Saya tidak tahu rambutnya bagaimana aslinya. Tapi setiap tampil di JTV selalu memakai sanggul, kebaya dan jarik (kain.red),” ujar saya lagi.

“Aryani pernah belajar tari Jawa juga? “ tanya Wartono lagi.

“Tari? Ya, saya belajar tari juga waktu kecil.”

Ketika ditanyakan apakah masih sering ke Jogjakarta, Aryani menjawab setahun dua kali dia menyambangi kota gudeg tempat asal ibunya itu. Aryani Tetap tak bisa melupakan kota tersebut meski menetap di Amerika mengikuti suaminya. Dia baru seminggu menikah dengan suaminya sebelum ditugaskan berkunjung ke Tarakan. (anny@radartarakan.com)


0 Responses to “Tampang Boleh Bule, tapi Pintar Bahasa Jawa”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: