27
Apr
08

Tarakan Maju, Warga Bangga, tapi Ingin Tarakan Lebih Baik Lagi

Sisi Lain Kunjungan Staf Kedubes AS ke Radar Tarakan (3-Habis)

Cerita sukses Tarakan telah memikat hati Amerika. Jauh-jauh dari negeri Paman Sam, –staf Dubes Amerika ada yang datang dari Jakarta adapula yang langsung dari Amerika– lantas apa komentarnya terhadap kota yang kini dijuluki The New Singapore ini?
Berikut tulisan terakhirnya:

ANNY SUSILOWATI

BERKUNJUNG ke Kota Tarakan meskipun singkat, telah memberikan kesan tersendiri bagi tiga staf kedutaan besar Amerika. Yakni Scoot Eric Kofmehr, Hanny Elisabeth dan Aryani Manring. Menurut mereka kotanya bersih, aman, dan nyaman. Saking enjoy-nya, mereka bahkan merasa tak enak hati harus dikawal ke mana-mana.

“Standar keamanan untuk Anda sudah ditetapkan. Sebaiknya dikawal. Kalau tak dikawal, nanti ada apa-apa, terus Amerika mengeluarkan travel warning, wah, susah kita,” kata saya setengah bercanda pada Elisabeth.
President Rotary Club Tarakan Ir Suparlan lantas menimpali. “Tenang saja. Tarakan kota teraman di Indonesia. Di mana-mana rusuh, Alhamdulillah di sini aman,” katanya lagi.

Staf kedubes Amerika dan sejumlah pengurus dan anggota Rotary Club Tarakan tampak berbincang-bincang dan menikmati sajian makanan di sebuah restoran ternama di Tarakan.

Elisabeth pun menjelaskan bahwa travel warning sebenarnya juga standar keamanan yang ditetapkan oleh negaranya untuk memberikan peringatan pada warganya di sebuah negara. Supaya kalau ada apa-apa lekas berkemas-kemas dan meninggalkan negara tersebut. Warga Amerika selama ini tak banyak tahu tentang Indonesia. Paling mereka bertanya,” Indonesia? Sebelah mananya Bali? Apakah Indonesia negara bagian dari Bali? Bali yang paling terkenal di sana?” kata Elisabeth yang fasih berbahasa Indonesia.

Artinya, lanjut Elisabeth lagi, promosi tentang Indonesia sangat minim di Amerika. Selama ini dirinya banyak menjelaskan pada warga Amerika tentang betapa kondusifnya kondisi di Indonesia, tetapi dia merasa perlu sebuah upaya promosi lebih aktif lagi dari pemerintah Indonesia.

“Saya setuju dengan adanya Visit Indonesia Year 2008. Ini kan sebuah upaya mengenalkan Indonesia pada dunia. Tapi begitu memasuki situsnya, agenda acaranya apa saja untuk menarik turis warga Amerika tak tersedia lengkap informasinya. Belum lagi untuk ke lokasi wisata di Indonesia, sarana transportasi dan akses menuju tempat wisata itu belum diperhatikan dengan baik. Wah, susah kan?” jelasnya panjang lebar.

Mengenai Tarakan, dia memang tak sempat berkeliling ke lokasi-lokasi wisata. Tapi tahun lalu, dia sempat semalam menginap di Tarakan. Gara-garanya usai berlibur di Pulau Derawan, Berau, dia dan rombongan tak mendapat tiket balik ke Balikpapan dari Berau untuk selanjutnya ke Jakarta.

“Saya mendapatkan tiket pesawat ke Balikpapan ya dari Tarakan,” ujarnya yang sudah 7 bulan ini bertugas di Kedubes Amerika di Jakarta.

Dia pun memberikan tips untuk para jilbaber (pemakai jilbab) yang akan ke Amerika, sebaiknya memberitahukan ke petugas bila saat pemeriksaan tak bisa diperiksa di tempat umum.

“Bilang saja, saya berjilbab dan hanya ingin diperiksa di ruangan khusus dengan petugas perempuan, pasti kami perhatikan dengan baik. Karena kan hanya dilihat wajah dan telinganya saja untuk memastikan fotonya sama dengan foto di dokumen. Tapi kalau mau buka jilbabnya sedikit saat itu ya nggak apa-apa, pemeriksaan jauh lebih cepat kan,” tuturnya ramah, sambil mengatakan pengurusan visa di Kedubes Amerika sama sekali tidak dipersulit.

Lantas, bagaimanakah komentar Scott dan Aryani? Menurut Scott kemajuan yang dicapai Tarakan saat ini wajar bila kemudian keberhasilan di berbagai sisi ditularkan pada daerah lain. Supaya sama-sama maju dan tujuannya memajukan Indonesia.

Lain halnya dengan Aryani Manring. Berikut penjelasannya dalam bahasa tutur. “Saya melihat warga Tarakan ini sangat berbeda. Setiap saya bertemu mereka, mereka selalu welcome. Selalu bangga terhadap kotanya. Selalu punya visi ke depan. Warga juga terlihat aktif sekali. Bukan hanya sebatas komentar mengenai sesuatu, tetapi turut aktif. Ini unik menurut saya. Tidak hanya sebatas mengatakan sesuatu melainkan berbuat sesuatu. Rekan saya yang sudah berkeliling di sejumlah Negara Asia Tenggara juga mengatakan demikian. Tarakan sangat unik. Maksudnya begini kalau warga Singapura kita puji “Negara Anda sangat bagus”. Mereka akan menjawab “Ya sangat bagus”. Titik. Tidak ada lanjutannya lagi. Tapi kalau kita memuji Tarakan bagus kepada warga Tarakan, dia akan mengatakan “ya Tarakan bagus, tapi kita ingin Tarakan lebih baik lagi”. Itu yang saya katakan warga Tarakan punya visi ke depan. Bukan little Singapore lagi tapi The New Singapore jauh lebih baik. Mulanya saya tak percaya kata-kata rekan saya itu tentang Tarakan, tapi begitu tiba di Tarakan ternyata benar apa yang dikatakan teman saya itu. Warga Tarakan sangat unik. Tingkat partisipasinya sangat tinggi. Saling peduli terhadap kotanya. Sayangnya saya tak bisa lebih banyak berkeliling kota Tarakan lagi karena keterbatasan waktu.”

Bagaimana dengan makanan khas Tarakan? Kepiting Saos Tarakan yang terkenal itu dipuji habis. “Enak kepitingnya, sangat enak. Saya suka sekali. Bolehkah saya tambah lagi,” kata Scott yang tampak menikmati sajian kepiting saos Tarakan. Hal senada diungkapkan Aryani. Sedangkan Elisabeth memilih makanan vegetarian. (anny@radartarakan.com)


0 Responses to “Tarakan Maju, Warga Bangga, tapi Ingin Tarakan Lebih Baik Lagi”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: