26
Mei
08

Pengalaman Pertama Donor Darah

“Donor darah yuk!” ajak rekan saya.
Kontan mendesir darah saya. Keringat dingin mengucur deras, padahal hawa AC di ruangan dingin banget, sekitar 18 derajat. Hiks! Antara perasaan ngeri, takut, membayangi. Bahkan sampai nggak bisa tidur memikirkan bagaimana ya pengalaman pertama kali donor darah.

“Apa nggak kasihan sama pasien-pasien rumah sakit yang sangat membutuhkan darah?” kata rekan saya itu sekali lagi.

Hiks! Terbersit jiwa hero di dalam hati. Jangankan darah, harta benda pun saya beri kalau itu demi kemanusiaan. But, masih dalam situasi batin yang bimbang. Ngeriiiiiiiiiiiiiiiiii.

Sampai detik-detik menjelang donor darah perasaan dag dig dug sempat menghantui. Kebetulan Radar Tarakan menggelar donor darah di halaman parkir gedung silver Jl Mulawarman. Tenda-tenda mirip cerita-cerita negeri dongeng sudah terpasang rapi, makanan dan minuman pun sudah terhidangkan. Tempat-tempat tidur loreng-loreng hijau milik Yonif 613 sudah terpasang.

Saya sempat konsultasi dengan petugas PMI sebelum kegiatan itu dibuka. Hasilnya…. Saya tidak diperbolehkan donor darah dengan alasan khusus. Ada beberapa alasam kesehatan, salah satunya kalau donor darah tidak boleh kalau dalam keadaan haid. Yes!!!!!

Di satu sisi senang, karena bebas dari perasaan takut. Di satu sisi kecewa karena saya tak bisa ikut meramaikan kegiatan sosial ini. Apalagi, ada dokter dari RSUD yang menangani saya selama 6 kali keluar masuk rumah sakit. Biasalah, kalau sudah kecapaian, saya tinggal telpon dokter itu dan langsung opname. Selama masa itu, saya diharuskan istirahat dan tidak diperkenankan menerima tamu. Istirahat total.

Apa yang saya lakukan kemudian, agar rekan-rekan saya di Radar Tarakan tidak patah arang bila melihat saya tak donor darah, padahal saya yang memerintahkan mereka donor? Ya, mondar mandir, cerita-cerita, say hello dengan tamu-tamu. Ikut makan dan minum, sampai-sampai ada yang takut jarum suntik sekalipun percaya kalau saya sudah donor darah kemudian ikutan donor untuk kali pertama. Begitu tahu terakhir, “Ealah ternyata mbak Anny bolak balik ambil minuman kirain sudah donor ternyata nggak donor.” Hehehehe….
Ya, begitulah… Semoga saja saya dianugerahi kesehatan, sehingga bisa ikutan donor darah untuk periode berikutnya……


1 Response to “Pengalaman Pertama Donor Darah”


  1. Mei 28, 2008 pukul 12:32 pm

    donor darah nggak sakit kok…! beneran, malah sehat kok, 50 kali donor darah dapet pengahrgaan dari walkot lho…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: