09
Jun
08

Jadi Penulis Miliader, Ingin Garap Novel di Krayan

Ngobrol Bareng Habiburrahman El-Shirazy, Penulis Novel “Ayat-Ayat Cinta” (2)

KENAIKAN harga kertas dan Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat dunia penerbitan di Indonesia meradang. Harga buku-buku juga melambung. Justru novel-novel Habiburrahman El-Shirazy (HES) semakin hari semakin laris manis. Apa rahasianya ya?

Anny Susilowati

Bila novel Ayat-Ayat Cinta (AAC) menghasilkan royalti Rp1,5 miliar, berapakah royalti untuk novel-novel HES lainnya? Setidaknya ada 8 karya yang dibukukan selain AAC, ditambah 3 karya lain yang tengah dikerjakan. Asumsinya, si penulis atau si pengarang mendapatkan royalti 10% x harga jual buku x jumlah buku yang dicetak. Wow, jumlahnya bisa miliaran rupiah. Terlebih sekarang AAC tembus 1 juta kopi.

Beberapa karya Habiburrahman , Ketika Cinta Berbuah Surga (kumpulan kisah teladan), Di Atas Sajadah Cinta (kumpulan kisah teladan, 2004), Pudarnya Pesona Cleopatra (Novelet, 2004), Ayat-Ayat Cinta (Novel, 2004), Ketika Cinta Bertasbih I, Dalam Mihrab Cinta (novelet, 2007), Ketika Cinta Bertasbih II, Nyanyian Cinta dan Ketika Derita Mengabadikan Cinta. Novel lainnya segera menyusul, Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening dan Bulan Madu di Yerussalem.

Belum lagi royalti dari film. Menarik disimak, tetapi Kang Abik –panggilan akrab HES– enggan membeberkan soal royalti tersebut. Ketika ditanyai soal royalti, dia selalu mengalihkan pembicaraannya kepada sang adik, Anif Sirsaeba.

“Sama adik saya saja ya. Soal royalti itu,” kata pria berkacamata yang pernah dianugerahi penghargaan Pena Award 2005, The Most Favorite Book and Writer 2005 dan IBF Award 2006.

Film AAC yang diangkat dari novel dengan judul yang sama, disutradarai Hanung Bramantyo. Sineas muda ini menggandeng wajah-wajah ayu ikon anak muda Indonesia seperti Rianti Cartwright (VJ MTV) sebagai Aisha, Fedi Nuril (Fahri), Carissa Putri (Maria), Zaskia Adya Mecca (Noura) dan Putri Indonesia 2004 Melanie Putria (Nurul).

Menariknya lagi, angka penjualan novel AAC mengalahkan serial Harry Potter, si penyihir cilik karya JK Rowling. Sedangkan film AAC mengalahkan angka penonton film Spiderman III yang hanya ditonton 3,2 juta orang. Sementara film AAC ditonton sekitar 3,6 juta orang. Ini hanya di jaringan bioskop 21. Belum lagi ditempat-tempat lain.

Inilah yang kemudian mengundang orang nomor satu Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memberikan support, bahwa karya anak bangsa bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Kini Kang Abik dan tim dari Sinemart tengah menggarap film Ketika Cinta Bertasbih (KCB), yang disutradarai Khairul Umam. “Nantinya pemeran dalam film KCB akan diadakan audisi terbuka, siapa saja boleh ikut audisi. Kalau memenuhi syarat ya akan diambil sebagai pemain,” kata Kang Abik.

Ke depan apakah Kang Abik akan menyutradarai film-film dari novelnya sendiri, dia menjawab tidak. “Saya sudah sering jadi sutradara di teater, masa jadi sutradara film lagi. Biarlah para profesional (maksudnya sutradara film) itu saja,” ujarnya bijak.

PRIHATINKAN BBM NAIK

Kang Abik, Alumnus Pondok Pesantren Al Anwar, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, kemudian melanjutkan S-1 di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir serta S-2 The Institute for Islamic Studies di Kairo, Mesir, mengaku prihatin atas kenaikan harga BBM. Tetapi ketika diceritakan bahwa harga BBM yang melambung tinggi sudah dirasakan sejak dulu oleh masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman, lantaran kesulitan transportasi di Kaltim, justru dia kaget.

Saya menceritakan saat saya bertugas di Desa Pa’raye, Krayan, Kabupaten Nunukan harga seliter minyak tanah sudah melambung tinggi. Entah harganya sekarang. Warga di sana harus menunggu selama beberapa lama hanya untuk mendapatkan minyak tanah. Bukan hanya itu harga elpiji juga mahal. Semuanya serba mahal dan itu sudah dialami duluan oleh warga di perbatasan dan pedalaman.

Untuk mencapai kesana, dari Tarakan naik pesawat kecil ke Krayan, tepatnya di ibukota Krayan, Long Bawan. Setelah itu naik ojek ke Long Midang. Dari Long Midang ke Desa Pa’Raye bisa jalan kaki lewat jalan setapak atau lewat sungai. Saya waktu itu memilih lewat sungai saja. Desa ini asri, dekat dengan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM). Pelu diketahui TNKM terletak di antara Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau. Saat itu bersama-sama ilmuwan dari Malaysia dan Indonesia dalam program WWF, keluar masuk hutan melakukan penelitian tumbuhan dan satwa.

Krayan sangat terkenal dengan berasnya yang bila diolah menjadi nasi yang sangat enak dan harum. Beras Krayan menjadi favorit Sultan Brunei Darussalam. Sayangnya saya tak sempat bercerita ke Kang Abik kalau di wilayah Krayan ini terkenal dengan garam gunungnya. Biasanya garam diproses dari air laut, disini garam diproses warga dengan cara mengambil airnya dari sumur-sumur garam yang terletak di pegunungan.

“Kapan ya saya bisa ke sana. Mesti ada waktu khusus itu. Minimal 6 bulan di sana. Mungkin nanti kita atur khusus,” kata Kang Abik lagi.

Toh, saat sesi makan bersama di sebuah resto ternama lagi-lagi Kang Abik bertanya apakah di Krayan ada masjidnya? Saya menjawab ada di Long Bawan. Warga hidup berdampingan satu sama lain. Toleransinya juga sangat tinggi.

Rekan-rekan panitia dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Tarakan menyarankan untuk bisa bertemu dengan komunitas mualaf Tarakan. Lantaran ada di antara komunitas itu yang mengetahui detail tentang wilayah Krayan. Sehingga ketika Kang Abik akan menyepi sementara waktu dan membuat novel di sana bisa dipandu. Yah hitung-hitung promo Krayan Nunukan lewat novel.

Mengapa Kang Abik banyak bertanya tentang Krayan sebagai lokasi pembuatan novelnya kelak? Setidaknya disini tergambar bahwa karya-karyanya tak melulu berlatar Kairo, Mesir. Bahkan di novel berjudul Dalam Mihrab Cinta (DMC), Kang Abik bercerita dengan latar kehidupan TKI di Malaysia.

Cerita bersambung selanjutnya soal makanan kegemaran Kang Abik ternyata sup sirip ikan hiu. Bagaimana kisahnya? (bersambung/anny@radartarakan.com)


0 Responses to “Jadi Penulis Miliader, Ingin Garap Novel di Krayan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: