11
Jun
08

Awas! Kabut Tebal dan Kerusakan Jalan Trans Kalimantan

Refreshing Sejenak ke Bulungan-Berau (2)

PERJALANAN Bulungan-Berau di siang hari dengan mobil sudah pernah. Nah, bagaimana situasinya bila perjalanan dilakukan saat malam? Cukup amankah? Apa saja kendalanya saat di perjalanan? Berikut ceritanya:

Anny Susilowati

Agak takut-takut juga melalui jalan ini, sampai akhirnya saya tetap memberanikan diri untuk pergi ditemani rekan-rekan saya dari Bulungan. Sekitar pukul 17.30 perjalanan dimulai dari Kantor Biro Radar Tarakan di Bulungan, mampir sejenak ke pom bensin hingga akhirnya menuju ke Berau. Saya hanya ingat melewati kantor bupati Bulungan. Selebihnya saya kurang hafal benar jalanan Bulungan.

Begitu melihat rimbunan pepohonan hutan nan hijau, wah, bikin segar mata. Sejauh mata memandang hutan semua. Melihat ini perjalanan berkelok-kelok, naik turun gunung tidak terasa melelahkan. Kalaupun ada yang mengganggu ya suka jengkel kalau hutan yang rimbun itu ditebangi dan kayunya ditumpuk di pinggir jalan. Ups, ini hutan produksi apa hutan lindung ya?

Saya sangat beruntung menyaksikan keindahan alam hutan tropis Bulungan di sore hari, dan selanjutnya menikmati kilauan bintang-bintang di langit di saat malam. Perjalanan memang sempat rehat sejenak di sebuah rumah makan di dekat perbatasan Bulungan dan Berau. Rumah makan ini cukup lengkap fasilitasnya, ada toilet, kamar mandi juga musala kecil.

(Ini mengingatkan saya saat perjalanan antara Balikpapan menuju Samarinda baru-baru ini. Di tengah perjalanan ada dua rumah makan. Satu di sisi kiri tampaknya untuk mereka yang hendak bepergian ke Samarinda, satunya lagi disisi kanan untuk yang akan kembali ke Balikpapan. Rumah makan di pertengahan perjalanan ini seingat saya dulunya terkenal dengan warung bambu. Lantaran banyak bambu-bambunya saat itu, tempat ini sering menjadi tempat beristirahat. Sekarang rumah makan ini telah berkembang, terakhir kali ke sana, tahu sumedang tertulis besar-besar. Padahal tahu sumedang hanyalah salah satu makanan yang disajikan di rumah makan tersebut. Bisa juga dibawa pulang sebagai oleh-oleh.)

Sejenak beristirahat cukuplah. Perjalanan dilanjutkan menuju Berau. Ketika itu waktu telah menunjukkan pukul 19.30 wita. Rekan-rekan saya sudah mengingatkan agar berhati-hati melalui jalan ini.

“Jangan terlalu malam, mbak. Kita harus segera sampai di Berau. Kita upayakan dibawah jam 9 malam. Supaya nggak disergap kabut tebal,” kata rekan saya yang menyopiri selama perjalanan itu.

Ridwan –koordinator pemasaran Bulungan—yang duduk di kursi belakang mobil pun kembali mengingatkan ada sejumlah jalan rusak di beberapa titik yang akan kita lalui. Kalau tidak salah, beberapa bulan lalu saat saya melaluinya sudah hampir separo badan jalan. Bagaimanakah kondisinya kini? Menurut informasi kerusakan longsor ini nyaris memutuskan jalanan Bulungan Berau yang merupakan jalanan trans Kalimantan. Dan benar saja, hanya tinggal seperempat badan jalan yang bisa dilalui menanjak. Wuih ngeri…
Pun perjalanan berikutnya badan ini terasa diguncang-guncang lantaran kerusakan jalan semakin menjadi-jadi. Tapi tak mengurangi minat saya untuk menengok ke luar jendela mobil. Subhanallah, lihat tuh bintang-bintang. Bagus ya.

“Awas di depan jalanan rusak,” teriak rekan saya dari belakang kursi. Sesaat mobil seperti melayang terantuk sesuatu, sampai akhirnya menuju jalanan datar.

“Maaf, nggak lihat ada jalanan rusak. Bergelombang tadi,” kata rekan saya yang menyopiri.

Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Hingga sejurus kemudian kabut menyergap. Kali ini kabut menyergap lebih cepat dari perkiraan sekitar pukul 9 malam. Perjalanan kembali harus ekstra hati-hati jangan sampai menabrak kendaraan di depan. Begitu belokan ke kiri ternyata di depan ada juga jalanan yang longsor. Duh, untung saja rekan-rekan saya langsung tahu hingga tak terjun ke jurang.

Memasuki wilayah Berau, langsung deh semuanya lega. Alhamdulillah. Satu hal yang saya pikirkan, kira-kira para pendatang atau yang baru pertama kali melalui jalan ini tahu tidak ya kalau ada kerusakan jalan trans Kalimantan –khususnya jalan dari Bulungan menuju ke Berau. Kasihan juga kalau sampai tidak tahu kemudian terperosok ke jurang, sementara tak ada satu pun pos penjagaan di sepanjang jalur ini. Belum lagi kalau ada kecelakaan. Kapan ya jalanan trans Kalimantan ini diperbaiki? (bersambung/anny@radartarakan.com)


0 Responses to “Awas! Kabut Tebal dan Kerusakan Jalan Trans Kalimantan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: