11
Jun
08

Saatnya Crown Palace Square Jadi Ikon Bulungan

-Refreshing Sejenak ke Bulungan-Berau (1)

Ketika semua rekan-rekan saya bersibuk ria mempersiapkan pembukaan Bulungan Expo 2008, saya memilih asyik berkeliling Tanjung Selor, ibukota Kabupaten Bulungan. Saya penasaran mencari tahu apa ya “icon building” Bulungan? Jawabannya bisa jadi Crown Palace Square Bulungan.

ANNY SUSILOWATI

“HALO, selamat malam,” kata Saya menyapa Harmoko, pemilik sekaligus pengelola Crown Palace Square (CPS), yang ketika itu tengah sibuk berbenah-benah bersama anak buahnya.

Saya dan rekan saya di Bulungan memang janjian datang malam ke Crown Palace Square. Pusat perbelanjaan baru di Bulungan yang bakal di-launching 15 Juni mendatang. Sebenarnya perpaduan antara tempat belanja, bermain anak serta salon modern yang terletak tepat di jantung kota Tanjung Selor, tak jauh dari Sungai Kayan.

Bukan hanya itu, nantinya di seberang gedung megah ini juga akan dibangun bangunan pencakar langit lainnya yang terdiri dari apartemen dan perkantoran eksklusif. Dan untuk menghubungkan kedua bangunan ini bakal dibangun jembatan penghubung, yang memungkinkan penghuni apartemen dan perkantoran tak lagi perlu menyeberang jalan. Cukup menyeberang jembatan untuk berbelanja di CPS. Di jembatan itu nantinya juga bakal ditempatkan tulisan SELAMAT DATANG DI KOTA TANJUNG SELOR.

Siapa arsitek CPS? Jawabannya sungguh mengejutkan. Arsiteknya justru warga Bulungan sendiri, tapi dia tak menyebutkan namanya. Disela-sela perbincangan kami, Harmoko yang memang berlatar belakang arsitek mengakui kalau dia dan sang arsitek yang disebutkannya tadi, banyak meluahkan hobinya untuk menata bangunan milik keluarga besarnya ini.

Saya dan rekan dari Bulungan sempat diajak berkeliling. Di lantai I, digunakan untuk supermarket perlengkapan sehari-hari, lantai II tempat busana bayi, balita dan anak, serta butik, dan di lantai III dijadikan tempat bermain anak.

Sebelumnya, Harmoko diserahi mengelola Hotel Crown. Hotel termegah di Kota Tanjung Selor. Dari hotelnya saja, bisa merekrut beberapa tenaga kerja lokal dari Bulungan, apalagi dengan hadirnya CPS, sedikitnya telah merekrut sekitar 80 tenaga kerja.

“Kita memang merekrut tenaga kerja lokal. Kita ajari mereka mulai dari nol sampai bisa. Memberdayakan pekerja lokal Bulungan lah Mbak. Kita bangga kalau keberadaan kita bermanfaat untuk masyarakat,” katanya lagi.

Saat ngobrol dari satu lantai ke lantai lainnya dia tampak tetap memantau pekerjaan anak buahnya. Tampak akrab sekali. “Saya ingin tetap dekat dengan anak buah saya, tidak ada jarak. Layaknya bos dan anak buah. Supaya saya bisa mengajari mereka dan mereka pun tak sungkan bertanya pada saya mengenai beberapa hal tentang bisnis Crown Square,” jelasnya.

Total nilai investasi untuk proyeknya ini sebesar Rp8 miliar lebih. Tanpa pinjaman lunak dari bank. “Murni duit sendiri, makanya lama baru selesai. Hari gini kalau pinjam duit ke bank saya takut nggak sanggup bayar bunganya, makanya lebih memilih ngumpulin duit sendiri baru sedikit demi sedikit membangun,” ujar pria yang memimpikan banyak bangunan tinggi di Bulungan seperti kota-kota lain di Indonesia.
Ketika ditanyai desain interior CPS yang full cahaya dari bola lampu, apakah tidak berarti pemborosan, lagi-lagi Harmoko mengatakan memang harus demikian agar tetap indah. Bukan berarti boros.

“Kita pakai genset sendiri. Bukan dari PLN. Paling untuk sementara lift-nya nggak diaktifkan, kecuali lift untuk barang,” tutur pria keturunan Tionghoa yang fasih berbahasa jawa dialek Suroboyoan ini ramah.
Ketika dicecar dengan pertanyaan, mengapa berani sekali berinvestasi di Tanjung Selor, padahal menurut hitung-hitungan saya bisnis yang dikelolanya belum tentu bisa break event point dalam waktu dekat? Harmoko menjawab,”Kalau takut berinvestasi dan takut nggak balik modal dalam waktu dekat, lha kapan majunya kota ini,” katanya diplomatis.

Sayangnya view (pemandangan) Sungai Kayan di malam hari dilihat dari lantai 4 CPS tak bisa diperlihatkan kepada saya. Saat itu kunci pintu menuju lantai 4 terbawa anak buahnya. Padahal menurut rekan-rekan saya, view-nya sangat bagus. Apalagi untuk usaha kafe. Harmoko mengaku belum memiliki rencana seperti itu.

Menarik! Dia anak muda keturunan Tionghoa yang lahir dan besar di Bulungan. Dia memiliki visi dan misi memajukan Bulungan. Membangun CPS dengan biaya sendiri keluarga besarnya, merekrut tenaga kerja lokal, menyediakan genset sendiri untuk keperluan listrik di lokasi bisnisnya. Saya kira dia perlu dukungan banyak pihak. Toh, ujung-ujungnya kontribusinya jelas ke Bulungan.

Selangkah lagi, Tanjung Selor (calon ibukota Kaltara itu) setara dengan kota-kota lain di Indonesia. Yes! Siapa yang nggak bangga coba. Pastinya orang Bulungan dong. Ayo, siapa lagi yang akan memajukan Bulungan?

Cerita berikutnya tentang perjalanan dari Bulungan ke Berau lewat darat saat malam. Wah, nyaris masuk jurang. Gimana serunya perjalanan itu, ikuti cerita bersambungnya besok. (bersambung/anny@radartarakan.com)


2 Responses to “Saatnya Crown Palace Square Jadi Ikon Bulungan”


  1. 1 Buyung IT 01
    Januari 23, 2009 pukul 1:40 am

    Sudah selayaknya kota – 2 diutara Kalimantan Timur Maju…

  2. 2 Badurun syah
    Mei 13, 2010 pukul 12:34 pm

    Says terkesan dgn Kota tanjung seller bulungan, thn 1998 pertama kali kebulungan pada saat itu tidak Ada satu pun pusat belanja atau tempt hiburan yg bisa dikunjungi, sekarang saya meliput kegiatan tennis women circuit international, sekarang semuanya berubah fasiltas Kota sdh sangat baik, say a menginap di Crown Hotel yg menurut saya hotel crown merupakan hotel yg terabit di bulungan, lbh tepat disebut hotel dari hotel2 lainnya. Tempat makan jg skrg sdh sangat banyak Dan lebih bervariatif dari masakan bercita rasa lokal sampai internationally, budaya lokal yg begitu exotic Dan beragam sdh dikembangankan dgn sangat baik. Dikota bulungan ini sekarang terdapat tempt hiburan yg bias menjadi daya tarok bagi wisatawan lokal maupun manca negara, seperti yang di jelaskan oleh saudara anni diatas dgn hadirnya crown palace square kebutuhan masyarakat Akan tempat berbelanja Dan hiburan tersedia, dari supermarket yg bersistem seperti di kota2 besar Dan dept. Store yg menyediakan kebutuhan pakaian hingga peralatan olahraga hingga took buku gramedia, untuk hiburan Ada tempt permainan anak2 Dan permainan billiard. Kota bulungan pantas menjadi ibu Kota kaltara dgn proyeksi kedepan bangunan tinggi Dan besar lainnya kedepan secara bertahap Akan dilaksanakan pembangunannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: