28
Jun
08

Disiplin Bawa Pelampung

“Bos, Karyawan Telkomsel paling disiplin pakai pelampung. Naik speedboat aja pasti tuh mereka pakai pelampung. Kenapa kita nggak disiplin seperti mereka ya?” Demikian SMS dari Manajer Keuangan Radar Tarakan Herry Rifai, beberapa saat saya akan ke Malinau.

Mengapa cowok berkacamata ini mengirim SMS demikian ke saya ya? Boleh jadi dia mengingatkan saya agar mengenakan pelampung tiap kali bepergian ke luar daerah menggunakan speedboat, hanya gayanya dalam SMS setengah memberi info setengah bertanya.
Dalam sebulan terakhir saja saya bolak balik ke Bulungan, Malinau, Tana Tidung. Kemudian ke Nunukan dan Sebatik. Kekhawatiran pastilah ada di benak rekan-rekan saya. Terlebih peristiwa tenggelamnya speedboat Tarakan-Sebatik beberapa waktu lalu.
Trauma? Nggak la ya. Masalahnya setiap saat saya harus selalu mengontrol anak buah saya di daerah-daerah. Saya sih asyik-asyik aja. Naik speedboat banyak cerita menarik sepanjang perjalanan yang bisa dikisahkan. Mau nggak mau, catatan tentang jadwal speedboat selalu ada. Perubahan apapun pastilah rekan-rekan saya di devisi pemasaran selalu memberitahukan.
Tanpa pikir panjang lagi saya mampir sejenak ke toko di deretan Jl Yos Sudarso, membeli pelampung. Jadilah saya ke Malinau memakai pelampung untuk kali pertama. Kok beli? Ya, saya nggak mau ambil risiko deh. Nyawa saya sendiri ya harus saya jaga. Badai di laut di perkirakan sekitar Juni-Juli-Agustus baru mereda. Kalau pakai pelampung yang disediakan di speedboat ihhhh saya jijai deh. Pelampung kotor, nggak terurus, banyak semut dan kecoaknya lagi. Hiiiiiii…. Jorok. (ups, kayak iklan pembersih lantai)
Kali pertama pakai pelampung, panas bo! Tapi begitu kena semilirnya angin enak banget. Tenang. Tapi masih ada saja yang bertanya mengapa pakai pelampung? Duh!
Seorang buruh pelabuhan tengkayu tampak membela saya. “Ini namanya sedia payung sebelum hujan. Bagus itu. Lebih baik siap-siap bawa pelampung sendiri. Ketimbang ada apa-apa di perjalanan,” kata buruh yang juga tetangga saya saat di kantor lama Radar Tarakan. Penumpang yang bertanya tadi sesaat terdiam. Saya hanya bisa tersenyum saja.
Pun ketika balik dari Malinau ke Tarakan di Pelabuhan Malinau (sementara di dekat Jambatan Malinau seberang karena pelabuhan tengah diperbaiki), seorang bapak sambil tersenyum juga bertanya demikian. Kok pakai pelampung? Duh, ya Allah. Sabar, sabar deh menjelaskan soal safety boat kepada warga. Jadi seperti duta safety boat ya. Hehehe…
Pakai pelampung lagi saya masih mikir-mikir. Gimana ya menghilangkan imej di masyarakat kalau pakai pelampung saat naik speedboat itu bukan “orang aneh”? Akhirnya saya lebih memilih disiplin membawa pelampung dulu lah. Kemana-mana bawa pelampung pokoknya tiap kali naik speedboat. Mudah-mudahan keberanian saya meningkat menjadi disiplin mengenakan pelampung. Apapun kata orang, Emang Gue Pikirin. (Ini sih seperti lagunya duo Maia dan Meychan)
Tetapi, apakah cukup dengan pelampung? Ada yang terlupakan selama ini, saya nggak bisa berenang. Seharusnya ketika bertugas di wilayah utara Kaltim, saya harus bisa berenang. Tetapi karena selalu malas dan rikuh lantaran memakai jilbab jadilah saya nggak bisa berenang sampai sekarang. Padahal berenang sangatlah penting bila menemui keadaan darurat di laut. Kapan-kapan saya harus bisa berenang deh. Instruktur renang cewek ada nggak ya? Entar cari deh.
Rekan-rekan saya mencandai saya, kalau saya entar belajar berenang bisa jadi booking wisma patra atau Bais Hills sekalian. Jadi semua rekan cewek bisa ikut belajar berenang semua. Ah, ada-ada saja. Saya juga masih mencari-cari baju renang khusus perempuan berjilbab. Setahu saya cuma ada di Australia tempat produksinya. Tapi ada info juga sekarang di Bandung juga sudah ada yang membuat. Jadilah saya berburu pakaian renang di Bandung lewat teman-teman saya. Nah, sekarang tinggal kemauan saja, mau atau tidak belajar berenang. Ataukah saya akan begini-begini saja dan selanjutnya menjadi korban speedboat tenggelam?
Suatu saat bila saya sudah memakai pelampung, sudah juga bisa berenang, maka yang ada tinggal kepasrahan pada Yang Maha Kuasa. Terserah Allah –lah apakah akan menjadikan saya hidup atau mati saat saya menjalani tugas saya mengunjungi rekan-rekan saya di daerah-daerah.
Lho, mestinya regulasi pelayaran speedboat juga dibenahi dong, mestinya ada warning nggak boleh berlayar kalau cuaca buruk dong, mestinya disiplin mengenakan pelampung sudah dimulai sejak sekarang bukan setelah ada kejadian, mestinya pihak-pihak terkait waspada agar kejadian speedboat tenggelam tak terulang, mestinya, mestinya dan mestinya, ah….. capek deh. Masa sih harus diingatkan terus? Ngapain aja banyak petugas di pelabuhan? Coba sesekali ada sidak. Wah, pasti seru! (anny@radartarakan.com)


1 Response to “Disiplin Bawa Pelampung”


  1. Juni 30, 2008 pukul 10:43 pm

    saya yang pertama…. hohoho senengnya…

    hmmm.. nggak ada yang salah kok memakai pelampung sesuai dengan sikon,,

    itulah orang indonesia, berpikir terlalu sempit untuk sesuatu yang dianggap sepele namun besar akibatnya.

    bangsa kita masih belum belajar teori kemungkinan, seperti adidas imposible is nothing! *bukan promosi* segala kemungkinan bisa terjadi di dunia ini, tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri dengan segala kemunkinan yang akan terjadi…

    hmm… perbedaan orang indonesia dan orang jepang..

    kalo indonesia selalu memikirkan 1 tahun kedepan…

    tapi jepang memikirkan 100 tahun kedepan…

    contoh awal, jepang telah menciptakan mobil berbahan bakar air (berita metro TV baru2 ini)

    soalnya jepang mikir, 100 tahun lagi minyak bakal habis..

    indonesia?

    waduh.. sory panjang bgt…! wkwkwkkwwk


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: