03
Jul
08

Mobil Disko dan Bernapas Dalam Debu di Sebatik

SELAIN naik speedboat Tarakan-Sebatik, jalur alternatif lainnya menuju ke pulau yang dimiliki dua negara itu adalah lewat Nunukan via pesawat Kalstar. Nah, dari Nunukan terus menuju ke Pelabuhan Yamaker nyebrang menuju Bambangan, suatu daerah pelabuhan kecil di Sebatik.

Untuk menuju ke kota, istilahnya untuk menuju ke Sungai Nyamuk (Sei Nyamuk) yang merupakan kawasan perdagangan, saya dan rekan saya carter mobil innova. Perjalanan ada dua jalur, lewat jalur gunung atau pantai. Jalur gunung ditempuh selama 1 jam, sedangkan jalur pantai selama lebih kurang 1,5 jam. Akhirnya saya memilih lewat jalur gunung saja. Benar saja, sulit membayangkan jalanan mulus di sini. Sebab kiri kanan jalan jurang, sedangkan jalanan di depan berlubang. Wuih….. ngeri. Tapi ditekati saja, pasti sampai ke Sungai Nyamuk.

Mengapa banyak jalanan rusak? Menurut Pak Nengah,– kontraktor pelaksana yang ditemui ketika sama-sama satu perahu nyebrang ke Bambangan–, lantaran cuaca dan medan di Sebatik yang cukup ganas. Maksudnya, hujan mengguyur menyebabkan jalanan becek dan ujung-ujungnya tanah longsor.
“Jalan dan jembatan yang sudah kami bangun pun hancur. Wah, susahnya. Medannya memang sulit. Tanahnya mudah longsor bila terkena hujan. Terpaksalah kami membangun sedari awal lagi,” kata Nengah yang asli orang Bali itu.

Sepanjang perjalanan memang tanah yang longsor tengah dibenahi kembali. Tampak sejumlah pekerja bekerja keras menyelesaikan target penyelesaian jalan dan jembatan di Sebatik akhir tahun ini. Untunglah meski di satu sisi ngeri melihat longsor dan jurang-jurang yang menganga, pemandangan di sisi kiri dan kanan yang masih hutan dan perkebunan warga yang hijau menawarkan sensasi yang berbeda. Seperti melihat sisi lain di ujung dunia. Belum lagi ketika berada di puncak pegunungan, tampak negeri tetangga Sebatik Malaysia tak kalah membangun juga. Dari kejauhan kota Tawau terlihat ramai dengan kapal-kapal perdagangan dan lalu lintas barang.

Tinggalkan sejenak longsor, jurang, pemandangan perbukitan, dan mobil disko naik turun gunung akibat jalanan yang tidak rata. Secara umum debu banyak beterbangan di mana-mana. Seolah-olah menyambut kedatangan saya di sana. Alamak, kalau tiap hari harus menghirup debu begini, bukannya akan ada gangguan pernapasan nanti? Tapi bagaimana kondisinya begini di Sebatik. Panas penuh debu, hujan becek dan longsor. Walah-walah, susahnya hidup di perbatasan.

Tapi begitu memasuki kawasan Aji Kuning, itu lho yang kebanyakan rumah warganya ada yang dapurnya di Malaysia dan ruang tamunya di Indonesia. (Enaknya, tinggal selangkah sudah ke luar negeri nggak pakai paspor lagi). Jalanan mulus banget. Setahu saya, dulunya hancur banget. Terakhir kali saya kesini pas heboh-hebohnya kasus Ambalat, blok minyak yang diperebutkan antara Indonesia dan Malaysia.
Tapi sampai ke Sungai pancang, yah, mobil berdisko lagi, berdebu lagi hingga memasuki kawasan Sungai Nyamuk atau Sei Nyamuk. Istirahatlah…..

Dulunya ada sebuah hotel terkenal di sini namanya Hotel Aniar, sekarang tambah satu hotel lagi Queen Hotel. Menariknya, hotel ini setahu saya dulunya adalah tanah lapang di sebelah swalayan terkemuka di sana Kebalen Jaya. Swalayan ini menjadi jujugan warga, produk-produk negeri tetangga juga banyak di sini. Tinggal pilih. Tapi sekarang sudah banyak produk Indonesia masuk ke swalayan ini. Kebetulan ke Sebatik, saya tak melewatkan shopping di tempat ini. Biasa, bukan tidak cinta Indonesia. Hanya kalau oleh-oleh dari sebatik Cuma ada di swalayan ini, apa boleh buat. Milo Malaysia dan coklat-coklat. Padahal banyaknya dijual juga di supermarket di Tarakan. Tapi kalau cap-nya dibeli di swalayan Sebatik kan jarang banget gitu lho. (anny@radartarakan.com)


0 Responses to “Mobil Disko dan Bernapas Dalam Debu di Sebatik”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: