07
Jul
08

Deg-degan Nyebrang dari Bambangan (Sebatik) ke Yamaker (Nunukan) Jam 7 Malam

PUKUL 15.00 Wita
Saya memilih beristirahat di Hotel Queen depan Swalayan Kebalen Jaya, sementara rekan-rekan saya yang lain berkeliling Pulau Sebatik. Debu dan panas terik di luar membuat kepala saya rasanya nyut-nyutan. Sudah berusaha mandi untuk meredakan gerah, tetapi tetap saja. Panas……
Begitu lihat jam dinding, ups, jam 3 sore. Segera saya raih handphone dan mulai mengetik SMS supaya rekan-rekan saya segera kembali ke hotel dan menempuh perjalanan lagi nyebrang ke Nunukan.

PUKUL 16.00 WITA
Rekan-rekan saya baru tiba di hotel dan segera saja bersiap-siap mengepak tas-tas. Rekan lainnya yang kebetulan memang koresponden di Sebatik mencarikan carteran mobil menuju Pelabuhan Bambangan. Karena sudah sore, agak sulit mencari mobil ke sana. Kalaupun ada, mereka menaikkan tarif. Sudahlah, apa boleh buat. Kalau biasanya per orang tarifnya Rp70 ribu. Karena carter, dua orang penumpang pun dipatok Rp300 ribu. Setelah negosiasi sebentar, akhirnya mobil pun melaju membawa kami ke pelabuhan bambangan. Tetapi dengan melewati jalanan kedua melewati pantai. Wah, kebetulan bisa melihat sunset.

PUKUL 17.00 WITA
Apesnya saat melewati Sei Bajau, di pendakian jalan –di sebelah kiri– tempat penyelenggaraan Grass Track, macet total. Mobil nggak bisa maju dan nggak bisa mundur. Mentok deh. Akhirnya saya dan rekan saya terpaksa ngalah dan menjadi tukang parkir sementara. Kami memaksa mobil-mobil di belakang untuk mundur, pengendara sepeda motor didahulukan untuk lewat. Baru kemudian mobil dan truk-truk dari depan kami minta untuk jalan duluan. Kok bisa sih nggak ada polisi lalu lintas yang berjaga-jaga?
Saya sibuk memotret-motret. Kamera blitz yang berkali-kali mengenai pengendara memang membuat perhatian. Menariknya, mereka jadi tertib mau diatur-atur. Hehehe…
Duh, disini lebih berdebu, asap knalpot, wah kacau deh. Nggak tahu lagilah wajah saya gimana jadinya. Padahal abis facial…. Yahhhhhh… gimana dong. Langsung saya ingat kalau ada pembersih wajah yang barusan saya beli di swalayan kebalen jaya. Ah, sudahlah risiko kalau ke perbatasan ya beginilah. Kulit terpapar matahari, debu menyatu dengan keringat menempel di wajah.

Pukul 18.00 WITA
Begitu jalanan lengang, lansung sopir tancap gas. Duh… leganya. Mobil pun melaju kencang. Targetnya sebelum hari kelewat malam menyebrang sungai. Asyiknya kalau melewati jalanan lewat pantai pemandangannya nggak kalah menakjubkan. Belum lagi sepanjang perjalanan lagu-lagu Indonesia kerap di perdengarkan. Sangat berbeda situasinya dahulu –saya sempat tugas ke Sebatik saat heboh-hebohnya kasus ambalat dan lagu-lagu Malaysia masih jadi favorit–. Kini lagu-lagu Indonesia boleh dibilang menjadi tuan di negeri sendiri.
Saat melewati hamparan sawah hijau. Jalanan seperti pematang sawah yang membelah. Cuma pematang kali ini agak lebar dan beraspal lagi. Jalanan beraspal separo jalan saja. Selebihnya ya begitulah. Hancur lebur nggak karuan. Nah, yang membuat dag dig dug adalah saat berkumandangnya adzan magrib pas di perjalanan. Duh, ya Allah. Terasa syahdu banget. Di dekat areal perkampungan magrib-magrib masih juga jalan. Saya memilih salat jama’ saja saat sampai di Nunukan. Medan yang dilewati pun semakin sukar. Jalanan berlumpur sisa-sisa hujan deras sebelumnya masih terlihat. Sopir mengingatkan, kalau ban mobil kejeblos di jalanan rusak itu mau tak mau nginap di jalan deh. Wah, jangan. Cowok sih enak. Lha cewek gimana? Mau pipis (maaf) susah. Belum lagi kalau ada perompak di jalanan yang sepi itu. Hih….. Berdoa dalam hati sajalah. Akhirnya sampai juga di pelabuhan dalm kondisi gelap gulita. Maklumlah namanya pelabuhan tradisional yang tidak di terangi lampu. Kecuali senter pemilik perahu.

PUKUL 19.00 WITA
Hari sudah gelap. Untungnya masih ada perahu yang mau mengantarkan kami menyebrang sungai itu ke Pasar Yamaker Nunukan. Saya memilih duduk di tengah. Alhamdulillah cuaca cerah. Bintang-bintang di langit tampak berkilauan. Indah. Perjalanan 20 menit tak terasa. Tapi begitu perahu terkena ombak dan oleng sebentar, teriak histeris saya memecah suara ombak. Perahunya panjang dan dekat banget dengan air. Tinggal diciduk saja pakai tangan, air bisa nyiprat. Takut tenggelam sih, tapi ya gimana lagi. Saya pakai pelampung sajalah. Seperti biasa di setiap perjalanan saya sempat mengabadikan momen tersebut.
Cuaca gelap memang membuat saya khawatir. Soalnya kita hampir-hampir tidak melihat ada perahu lain di dekat kita. Kodenya suara,”oi… minggir. Mau ke Yamaker.”
(Jadi ingat naik kapal kelotok dari Samarinda ke Samarinda Seberang. Bunyinya tok tok tok tok gitu sepanjang perjalanan).
Seperti saat kita berpapasan dengan perahu yang berisi penumpang yang tengah memancing ikan atau perahu yang mengantarkan penumpang juga ke Sedadap. Oh, ya, pelabuhan kecil Nunukan bukan hanya di Pasar Yamaker, lho. Pokoknya asal bisa perahu bersandar ya sudah penumpang pun bisa di antar.
Keindahan Nunukan sudah terlihat sejak dari pelabuhan Bambangan. Lampu-lampu menyala berpendar.
Akhirnya sampai juga di Pasar Yamaker. Dag dig dug sepanjang perjalanan berakhir sudah. Dari Pasar Yamaker jalan kaki sebentar, trus naik ojek, nginapnya di hotel milik Bupati Nunukan, Hotel Laura. Wah, semua kamar VIP penuh. Ketimbang pergi lagi, ngantuk, capek, ah sudahlah, di kamar biasa nggak apa-apalah. Istirahat sebentar, mengumpulkan tenaga untuk bisa besok sorenya terbang ke Tarakan lagi. Toh, meskipun capek, sempat bertemu dengan rekan-rekan Nunukan untuk jalan-jalan sejenak. Seperti biasa, wisata kuliner.

Jalan-jalan ke perbatasan seperti ini membuat saya miris. Kapan ya perbatasan itu maju. Seperti negeri jiran kita, Malaysia. (anny@radartarakan.com)


1 Response to “Deg-degan Nyebrang dari Bambangan (Sebatik) ke Yamaker (Nunukan) Jam 7 Malam”


  1. 1 rahmat
    Mei 11, 2010 pukul 10:31 am

    lu siapa sih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: