27
Okt
08

Zakat 2,5 Persen atau Anda akan Binasa!

Mudik ke Kota Minyak, Balikpapan (3)

BERTEMU my bigboss Zainal Muttaqin (Dirut Kaltim Post dan Wakil CEO Jawa Pos) seperti bertemu dengan telaga ilmu. Saya banyak belajar dari beliau tentang segala hal. Tidak hanya soal seni memimpin perusahaan, tetapi juga dalam soal keagamaan. Seperti pertemuan kali kedua di Gedung Biru Kaltim Post yang lagi-lagi membahas soal zakat.

 

“…Anda berzakat 2,5 persen dari total penghasilan Anda, atau anda akan binasa…” Intonasi bicaranya tidak seperti orang marah. Pelan dan pasti disertai senyum mengembang. Tetapi kalimatnya menghujam sampai ke dalam hati saya. Serius nih orang. Pikir saya kemudian. (Belakangan saya baru tahu kalau bos Zam hingga kini adalah penasihat manajemen di dua lembaga zakat. Tahun lalu salah satu lembaga zakat itu berhasil menghimpun dana zakat maal (zakat harta) sebesar Rp6 miliar. Tahun ini targetnya Rp10 miliar. Wow, subhanallah)

Bukan kali ini saja, Bos Zam demikian saya dan rekan-rekan saya memanggil pemimpin kami itu. Kali pertama ngobrol soal zakat justru di saat santap sahur di restoran sebuah hotel berbintang di kawasan Jl Mulawarman Tarakan. Hidangan lezat dengan pilihan menu beragam dari lokal hingga internasional, mendadak hambar saya rasakan manakala teringat seluruh penghasilan saya selama setahun, ditambah bonus, ditambah THR, ditambah tunjangan-tunjangan. Allahuakbar kok bisa lupa sih? Kata saya dalam hati.

Selama ini penulis tak pernah menghitung berapa penghasilan bulanan. Bukan tidak tahu. Tahu tapi sambil lewat. Hanya saja penulis tak ingin gara-gara penghasilan justru akan mempengaruhi kinerja. Lebih mempercayakan pengelolaan keuangan pribadi pada tim keuangan. Dengan kata lain penulis lebih suka hidup pas-pasan. Maksudnya, pas ingin ini terpenuhi, pas ingin itu terpenuhi. Selama ini begitu. Mendadak diskusi soal zakat, penulis kembali meminta tim keuangan membuka file gaji selama setahun plus bonus plus tunjangan plus THR dll dikalikan 2,5 persen. Hasilnya…. (rahasia dong).

Bos zam, bukankah zakat untuk orangtua juga penting? Sebab saya pernah membaca bahwa bila ada keluarga kita yang lebih memerlukan maka didahulukan keluarga kita baru orang lain. Tanya penulis. Jawabannya sungguh diluar dugaan. “Bila orangtua atau keluarga Anda sangat-sangat miskin, maka anda boleh kok memberi harta kepada mereka. Itu namanya menyantuni orangtua. Bukan zakat. Hanya 2,5 persen dari total penghasilan Anda. Misalnya penghasilan anda 1 juta, maka 2,5 persen dari 1 juta berapa? 25 ribu rupiah. Nggak berat kalau tiap bulan anda potong 2,5 persen. Kalau setahun berapa? 300 ribu. Akan lebih ringan kalau anda berzakat per bulan. Kalau setahun baru Anda keluarkan zakat dengan gaji Anda sekarang, pasti Anda akan ngeper dan bilang wah besar juga ya. Anda pasti malaslah berzakat…” katanya sambil tertawa.

Apakah zakat penghasilan ini akan diterapkan untuk seluruh karyawan? Tanya saya lagi penasaran. Tidak. Jawab Bos Zam. Mulai dari diri Anda dahulu, baru mengajak karyawan yang mau saja. Dalam soal zakat sebaiknya tidak ada unsur pemaksaan, ujung-ujungnya nggak ikhlas. Ikhlas itu penting. Jangan-jangan karyawan Anda itu takut dengan anda jadi mereka berzakat. Bukan takut sama Allah. Wah, kacau itu. Lagi-lagi membuat saya dan rekan-rekan yang ikut bersantap sahur tergelak.

So, mulai sekarang tekad penulis tiap bulan wajib menyisakan uang untuk berzakat. Insya Allah. Semoga rejeki selalu mengalir lancar. Amin. (*)


7 Responses to “Zakat 2,5 Persen atau Anda akan Binasa!”


  1. 1 Murtiningsih
    September 1, 2009 pukul 12:35 pm

    Assalamualaikum wr.wb

    Saya mau tanya masalah zakat dari gaji, berapa persen zakat yang dikeluarkan, bolehkan jika dikeluarkan tiap bulan tanpa menunggu setahun. Mohon dibalas ke alamat email saya

    Wassalam.

    Murti

  2. 4 Umy aje
    Februari 22, 2013 pukul 10:58 pm

    Assalamu alaikum???
    Itu gaji kita di itung ny bersh ny apa kotor nya ya??

    • Juli 25, 2014 pukul 4:39 pm

      Assalamu alaekum Wr. Wb. yang ingin saya tanyakan apakah setelah kita membayar Zakat setiap bulan untuk penghasilan yang kita dapatkan, apakah pada bulan suci ramadhan kita tidak usah membayar zakat dalam satu tahun gaji

  3. Juli 25, 2014 pukul 4:40 pm

    Assalamu alaekum Wr. Wb. yang ingin saya tanyakan apakah setelah kita membayar Zakat setiap bulan untuk penghasilan yang kita dapatkan, apakah pada bulan suci ramadhan kita tidak usah membayar zakat dalam satu tahun gaji

  4. 7 Johne434
    Agustus 2, 2014 pukul 10:59 pm

    cell phone lookup by name I was just searching for this afdeakbbkddd


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Oktober 2008
S S R K J S M
« Agu   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: