14
Jan
09

tahun baru, “rumah baru”

Tahun baru 2009 ini ditandai dengan kepindahan ke “rumah baru” alias ngontrak lagi neh. Biasalah, mencari suasana baru. Rumah idaman saya, kecil, mungil, ada garasinya dong, teduh, asri, banyak tanaman. Terus punya tetangga yang care, tapi nggak terlalu sibuk ngurusi kita-kita sih. Lebih suka Lu Lu Gue Gue, tapi pas ada keperluan bisa dikomunikasikan.

Nah, itu dia. Ribet memang. Pas januari, pas kontrakan di Kampung Empat habis, pas juga ada even jalan sehat. Bisa dibayangin gimana sibuknya. Tenang aja, selama masih ada kawan-kawan. Mereka baik-baik dan siap membantu. Mulai hunting rumah kontrakan, hingga penawaran harga.

Enaknya ngontrak rumah pindah-pindah, bisa setiap saat ganti suasana. Punya tetangga-tetangga baru. Nggak enaknya tentu saja pindahan atau boyongan kadang suka kaget, banyak banget barang-barangnya ya. saya saja tidak menyangka barang-barang saya bisa sebanyak ini. Dulu, waktu pindahan hanya beberapa barang saja. eh, kemarin pas pindahan alamak… baru tersadar sudah banyak pakaian, barang-barang yang sudah dibeli selama dua tahun ini. Ibaratnya dulu bawa koper, sekarang container. Hehehehe.

Tapi bila dipikir-pikir orang yang mencari rumah kontrakan bukan hanya saya lho. Banyak juga. Sayangnya tak banyak pengembang perumahan di Tarakan. Kalaupun ada mahal harganya. Apasih yang murah di Tarakan? kan nggak ada. Semua serba mahal.

Dua tahun lalu, harga kontrak rumah di kisaran Rp5 juta-Rp10 juta per tahun  itu sudah bagus dan paling lengkap fasilitasnya. Sekarang, wuih naiknya dua kali lipat. Rp10 juta-Rp20-an juta lah per tahun baru dapat yang bagus. Bisa jadi bisnis menarik lho. Di Tarakan kan banyak pendatang. Pendatang pasti butuh rumah. Kalau investasi untuk rumah kontrakan apa nggak enak tuh. Tiap tahun ada pemasukan.

Tetap saja yang nggak enak yang ngontrak. Ngontrak terus, keluar duit terus, tapi nggak pernah bisa memiliki rumah. Hanya bisa memakai sementara. Ini baru rumah. Kenapa nggak sekalian ada apartemen di Tarakan ya? kalau rumah susun sih dalam waktu dekat bakalan selesai. Ribet juga tinggal di rumah susun. Saya membayangkan gimana istirahatnya? Gimana jemurannya? Belum lagi persoalan sosial yang timbul. Wah, wah, wah, bisa perang terus tuh tiap hari.

Semoga saja, rumah baru (rumah baru beneran lho) saya segera terwujud. Sabar and berdoa sajalah. Jangan lupa bekerja keras juga penting. (*)

NB: Saya tinggal di sekitar Taman Oval Ladang. Teman-teman saya sering ngeledekin tinggalnya di Oval Office (bukan tempatnya presiden Amerika lho). tapi karena sekarang internetan cukup dari Taman Oval Ladang sudah ada internet gratis.  hehe.


3 Responses to “tahun baru, “rumah baru””


  1. Januari 18, 2009 pukul 8:52 pm

    wah bisa disebut kontraktor nih,,, heheh

  2. 2 shendy
    Desember 5, 2009 pukul 10:23 am

    rumah yang dikampung empat ntu dijual gak, ko jual tolong negoin donk ma pemiliknya neh, krn lagi nyari rumah neh yg letaknya strategis lokasinya biar bisa cari ide ntuk buka usaha sendiri. cape deh ikut kerja ma orang lain…
    rumahnya diladang dekat ma Wifi biar gratis yah wkwkwkwkwkwkwkwkwk…..

  3. 3 wiwied
    Juni 28, 2010 pukul 5:53 pm

    maaf mba , aku mau numpang tanya , rumah kontrakan yang di kampung 4 tu masih ada gak ? kalo gak mbak taunya dimana lagi ? aku mau cari rumah ni mbak🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Januari 2009
S S R K J S M
« Okt   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: