17
Mar
09

Demi “Gong-XI”, @nima Rela Kepanasan

USAI manggung di SMPN 2 Tarakan, saya mengajak manajer (Wawan) dan vokalis @nima Band (Lucky Lukman) berkunjung ke hutan mangrove Tarakan. Asyiknya bersama mereka, keduanya rela menanti anak bekantan bernama Gong-Xi sambil berpanas-panas ria. Apa ya keistimewaan Gong-Xi sampai ditunggui artis ibukota?

Gong Xi, adalah nama salah satu anak bekantan (monyet berhidung mancung) penghuni hutan mangrove Tarakan. Kebetulan lahirnya bertepatan saat warga tionghoa merayakan imlek (tahun baru china). Selain Gong-Xi adalagi monyet muda “adiknya” namanya Fat-Choy. Saking penasarannya dengan bekantan muda inilah keduanya menanti kedatangan rombongan bekantan saat jam makan siang sekitar pukul 15.00.

Sebenarnya jam makan siang sudah lewat. Khusus jam 15.00 boleh dibilang makanan tambahan untuk bekantan. Apalagi kalau bukan pisang. Sejenis pisang sanggar yang masih mengkal.

Wawan mengatakan, kalau selama ini dirinya hanya mengenal bekantan sebagai maskotnya salah satu kawasan hiburan rakyat di Jakarta. Baru di Tarakan inilah dia melihat langsung bekantan.

“Wah. Bulunya warna kuning kemerahan gitu ya. kalau ditimpa sinar matahari jadinya seperti keemasan. Menarik ya,” kata Wawan.

Lain lagi Lucky yang maju mundur demi melihat bekantan. Saat rombongan bekantan lewat dia pun berseru. “Wuih ada bekantan yang besar sekali. Itu pemimpinnya ya,” kata Lucky bertanya pada penjaga.
Penjaga itupun berkata,” Bukan. Pemimpinnya yang bergelantungan di pohon di sebelah sana. Namanya Jhon.”

Baik Wawan maupun Lucky takjub sekali melihat bekantan dibiakkan di hutan Mangrove Tarakan. Cukup lama juga memerhatikan bekantan yang ketika dihitung jumlahnya sekitar 13 ekor ini menikmati tambahan makan siang. Saat yang bersamaan dua turis asing juga turut melihat dari dekat bekantan-bekantan tersebut.

Selain bekantan, Wawan dan Lucky juga suka melihat kepiting biru. “Ini kepiting yang kita makan tadi ya,” tanyanya kepada panitia.

“Oh, bukan. Kepiting yang tadi dari tambak, bukan dari hutan mangrove,” kata salah satu panitia yang membuat geer yang mendengarnya.

Sebelum ke hutan Mangrove, atau tepatnya saat tiba di Tarakan, panitia mengajak vokalis @nima dan manajernya itu makan di restoran kepiting terkenal di Tarakan dan sudah memiliki cabang di Balikpapan dan Surabaya. Keduanya menikmati kepiting asam manis, saos pedas dan lada hitam.

Keduanya pun mengaku sangat menikmati sajian kepiting yang di Jakarta yang harganya bisa berkali-kali lipat. Itupun dengan kepiting yang kurang segar karena sudah dimasukkan ke lemari es.

“Tarakan yang bikin kangen adalah kepitingnya. Seger, enak, fresh, gitulah. Boleh dibawa pulang nggak ya kepitingnya,” kata Wawan lagi.

Sementara Lucky tak bisa berkata-kata apa-apalagi. Saking enaknya menikmati kepiting asam manis. Wah, nggak terasa seporsi lebih dihabiskannya. Lucky… Lucky…. Hehehe.

(Senangnya melihat para tamu menikmati Tarakan. Ya makanannya, ya hutan mangrove-nya. Nggak sia-sia. Capek-capek persiapan panitia membuat acara bisa sirna dalam sekejap. Hayo….Siapalagi yang mau bertandang ke Tarakan?)


0 Responses to “Demi “Gong-XI”, @nima Rela Kepanasan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Maret 2009
S S R K J S M
« Jan   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: