18
Mar
09

Makan Begor, Eh… Dibayari Caleg

Makan siang kali ini saya mengajak kolega saya dan anak buahnya. Karena sama-sama suka kuliner, kami menuju ke sebuah warung begor alias bebek goreng Pak Bambang. Lokasinya di belakang Hotel Barito.

Tempatnya bersih banget. Baru kayaknya. Dari promonya sih cabang Surabaya.

“Disini enak lho, mbak. Bebeknya ueeenak banget,” kata kolega saya berpromosi.

Saya yang baru kali ini berkunjung ke begor ini tampak memandang sekeliling. Bersih banget tempatnya. Mejanya, tempat sambal dan kecapnya pun bersih, perhatian sekali si empunya ini. Begitu gumam saya dalam hati. Lebih penting lagi, dapurnya yang terletak di depan sangat sangat bersih.

Tibalah si bebek lezat datang untuk disantap. Suwiran pertama saya cocol dengan sambal terasi, begitu masuk ke mulut alamak rasanya pedas pedas enak.

“Gimana mbak rasanya?” tanya kolega saya itu, penasaran melihat saya yang kepedesan beberapa kali menyeruput teh botol.

“Enak,” kata saya lagi sambil lagi-lagi menyeruput teh botol.

Ya, bebek goreng dimanapun boleh sama. Tapi yang membedakan antara tempat makanan yang satu dengan yang lain menurut saya kok sambalnya. Cocolan sambalnya pas benar dengan selera rasa lapar pas makan siang.

Biasanya saya suka bebek goreng Surabaya. Dulu sih di depan kantor notaris Oey Tjian Hiap di Jl Sudirman. Setelah itu entah kemana saya tak tahu lagi tempatnya. Saya kehilangan jejak.

Nah, ketika tengah asyik menikmati kelezatan si bebek goreng Pak Bambang, rupanya kolega saya yang lain juga makan di tempat yang sama. Diapun lantas bagi-bagi kartu nama caleg. Disitu tertulis nama caleg… (ups… sensor entar disemprit tim iklan lho), DPRD Kaltim Dapil V wilayah Tarakan, Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung.

Saya langsung mencandai,”Promosi ni ye. Caleg, caleg, barterannya apa nih?”

“Dukung saya ya, Mbak. Saya caleg DPRD Kaltim Dapil V Kaltara,” kata seorang ibu dari meja di belakang saya.

O…ou… salah tampaknya candaan saya. Saya kira orangnya tak ada. Karena yang bagi-bagi kartu adalah kolega saya, pemilik salah satu hotel di Tarakan. Wuih… malunya… dengan basa basi saya bilang,”Oh ya, selamat ya jadi caleg. Maaf tadi saya hanya bercanda. Tak ada maksud apa-apa.”

Belakangan seluruh makan siang kami waktu itu dibayari ibu yang caleg itu. Wah… makin malu jadinya. Tapi nggak apa-apalah. Kapan lagi makan siang dibayari caleg, ya kan.

Kalau setiap hari begini, enak kali ya. tapi saya pasti kebingungan saat pencoblosan nanti. Soalnya akan memilih siapa, karena sama-sama baik membayari makan siang saya misalnya. Walah-walah. Memilih sesuai hati nurani sajalah. Jangan lupa 9 april 2009 di TPS masing-masing dengan mencontreng. (*)


2 Responses to “Makan Begor, Eh… Dibayari Caleg”


  1. Maret 24, 2009 pukul 10:43 pm

    Wah,, udah lama juga nggak makan Bebek Goreng, baru tahu ada warung bebek di belakang barito,, besok2 kalo laper langsung kabur kesana..

    soal caleg no komentong ajahlah…

  2. Juni 1, 2013 pukul 4:08 pm

    Hi to every one, the contents existing at this site are really amazing for people knowledge,
    well, keep up the good work fellows.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Maret 2009
S S R K J S M
« Jan   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: