24
Jul
09

Firasat Itu…

Pekan lalu saya berada di Balikpapan, Jakarta, dan Samarinda. Justru ketika bom meledak di JW Marriot dan Ritz Carlton, saya tengah berada di Jakarta. Berikut kisahnya:

USAI rapat di Balikpapan, karena ada urusan lagi saya bertolak menuju Jakarta (Kamis, 16/7) dengan Mandala Airlines. Tak ada firasat apapun terkecuali ibu saya di Balikpapan yang agak keberatan dengan keberangkatan saya kali ini. Meski sudah saya tenangkan bahwa saya akan baik-baik saja, tapi ibu tetap saja khawatir.

“Jakarta itu kan belum aman. Banyak bom di sana. Jangan ke sanalah mbak,” kata ibu saya berharap saya membatalkan perjalanan.

Saya pun berusaha meyakinkan ibu saya, ”Bu, aparatnya kan ada. Jakarta amanlah. Kalau mati kan bisa kapan aja, di mana saja. Meski kita berada di gedung tinggi, atau berlindung di balik tembok besar sekalipun, kalau kematian datang ya pasrah saja. Takdirnya begitu bagaimana lagi.”

Tapi, bukannya reda, kekhawatiran ibu saya bertambah. Ibu menggeledah seluruh tas saya. Parfum, gunting kecil, pemotong kuku, peniti jilbab, bros, wah semuanya dilarang dibawa. Waduh, ibu saya “lebih galak” ketimbang petugas bandara.

“Bu, bismillah saja. Terserah Allah-lah, apakah ingin saya hidup atau mati,” kata saya lagi. “Zikir terus ya, jangan tidur saat di pesawat, zikir di mana saja. Bismillah ya,” kata ibu saya saat melepas saya terbang dari Bandara Sepinggan Balikpapan.

Karena menggunakan pesawat Mandala, maka ketika tiba langsung menuju terminal 3 atau C Bandara Soekarno Hatta, yang beberapa waktu lalu diresmikan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Bandara itu…. Megah, modern, elegan, itu kesan pertama saya. Kapan ya Bandara Juwata Tarakan semegah itu? Beberapa penumpang yang baru tiba dan tengah menunggu bagasi tampak menggunakan masker, antisipasi flu babi. Maklum sudah banyak jatuh korban di ibukota negara ini gara-gara virus tersebut. Tetapi lebih banyak yang tak menggunakan masker, termasuk saya.

Dari bandara, saya memilih naik taxi bandara menuju hotel Ibis –jaringan hotel Accor internasional—di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Karena lebih dekat ke Gedung Graha Pena Jakarta. Sehingga saya bisa bertemu dan koordinasi dengan wartawan Radar Tarakan, Rustam, yang sudah 3 bulan ini mengikuti pelatihan di Jawa Pos News Netrwork (JPNN) Jakarta. Secara rutin per tiga bulan Radar Tarakan mengirimkan wartawan terbaiknya ke Jakarta untuk meliput kegiatan kepresidenan dan lembaga-lembaga lainnya. Bergabung dengan tim dari Kaltim Post Group dan Jawa Pos Group lainnya.

Selama berada di taxi saya asyik membalas dan menerima telepon serta SMS, membalas email yang masuk dan juga facebook-an. Merasa aman saja. Ketika taxi tiba-tiba merayap lantaran macet, saya terpana melihat Hotel Ritz Carlton. Ini nih hotelnya (tempat menginap) Manchester United (MU) yang akan bertanding melawan Indonesian All Stars (IAS). Tapi ada yang aneh…. Apa ya?????? Ah… saya berusaha menepis. Saya melanjutkan aktifitas nge-facebook sampai tiba di hotel.

Malamnya sempat dihubungi manajemen band Repvblik dan sempat hangout bareng. (saya akan menuliskannya secara terpisah). Rustam dan rekan wartawan Kaltim Post Group giliran berikutnya yang saya temui. Akhirnya kita pun hangout lagi di kawasan Kemang. Kebetulan ada Kemang Food Festival. Diskusi sambil makan malam lagi sampai pukul 01.00 dinihari.

Berpisah dengan rekan-rekan saya, saya masih terbayang Ritz Carlton hingga saya kembali ke hotel untuk beristirahat? Ada apa ya dengan Ritz Carlton. Mata ini tak bisa terpejam hingga pagi. Usai salat subuh kantuk tak tertahankan lagi. Beberapa jadwal sudah tersusun rapi. Tapi pagi itu saya malas kemana-mana, inginnya tidur terus.

Jam menunjukkan pukul 08.00 WIB (pukul 09.00 Wita), tiba-tiba ada suara berbisik ke telinga saya, ”Ada gempa.” Saya sempat menoleh ke kanan dan ke kiri siapa yang berbicara. Nggak ada orang. Wah… saya hendak keluar kamar. Tapiiiii bukannya bergegas ke pintu saya buru-buru menyalakan televisi. Oh, ya Allah, ada breaking news ledakan di JW Marriot dan Ritz Carlton. Waktu itu masih diberitakan genset meledak bukan bom. Saya pun sibuk gonta ganti channel teve. Rustam wartawan Radar Tarakan yang saya telepon ternyata sudah menuju ke lokasi ledakan.
Melihat situasi dan kondisi Jakarta saat itu saya memilih tak beraktifitas dahulu. Istirahat saja di dalam kamar. Sambil terus memantau perkembangan, termasuk ber-facebook. Rata-rata semua teman di-facebook dalam status prihatin teror bom Jakarta. Tetapi adapula yang menuliskan dengan nada miris. “Kita ini sedih karena banyaknya korban bom atau sedih lantaran Manchester United (MU) batal ke Indonesia?”.

Menjelang siang baru telepon demi telepon berturut-turut masuk mempertanyakan keberadaan saya. Saya jawab, saya berada di Jakarta Barat sementara bom meledak di kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan. Ada juga yang iseng. Begitu menelepon dan saya menyahut langsung berucap syukur. “Oh, berarti sampean selamat, mbak. Kalau masih bisa menerima telepon. Tadi soalnya saya hubungi beberapa kali nggak bisa nyambung. Kirain jadi korban bom.” Wahhhh… perhatian banget. Berarti saya masih disayangi rekan-rekan saya di Radar Tarakan, Alhamdulillah.

Menjelang sore, Wowont, salah satu personel Patent Band –band Nunukan yang pernah rekaman di Sabah Record Malaysia—menelepon saya. “Mbak kita lagi tandatangan kontrak di Nagaswara? Mbak di mana? Kunjungi kita ya mbak, jangan pulang dulu ke Kalimantan,” katanya.
“Nagaswara??? Wow, keren banget. Berarti satu perusahaan rekaman dengan Wali, Kerispatih, T2, The Virgin-The Lucky Laki —(Swara Dewa Naga)–, sama siapa lagi ya. Keren….selamat…selamat…nggak sia-sia ya. Tinggal selangkah lagi perjuangan, ayo, ayo semangat-semangat,” kata saya lagi.

Tanggal 17 Juli 2009 bukan hanya hari di mana Jakarta diteror bom, tetapi juga hari bersejarah bagi grup band asal Nunukan tersebut. Saya memandangi jendela dan di luar pemandangan masih saja sama gedung-gedung bertingkat dan lalu lalang kendaraan yang seakan tak pernah sepi. Hingga malam, Rustam dan rekan-rekan wartawan tak pernah bisa lagi saya temui. Mereka semua sibuk di media centre, di lokasi ledakan, di rumah sakit, bandara dan lainnya.

Sabtu-nya saya mampir ke Tangerang janji bertemu dengan personel Patent Band. (Bagaimana serunya bertemu dengan anak-anak muda ini ikuti cerita bersambungnya).

Minggu (19/7) pukul 4 dinihari saya check out dari hotel lalu dengan taksi Bluebird menuju Bandara Soekarno Hatta. Penjagaan di bandara ini jauh lebih ketat dari sebelumnya. Bahkan sepatu pekerja proyek pun harus dicopot dan di-X-ray. Saya sempat bertanya ke petugas, apakah saya harus mencopot sepatu juga. Dia mengatakan tidak. Sejenak menikmati megahnya bandara di terminal 3 atau C ini sampai akhirnya terbang dengan pesawat Mandala Airlines menuju Balikpapan. Saya singgah sebentar di rumah di Balikpapan dan melanjutkan perjalanan ke Samarinda.

Ketika kembali ke Tarakan saya menjadi sering waspada. Ada orang tak dikenal saya merasa waswas, ngeliat seseorang membawa ransel dan berpakaian serba hitam langsung bertanya-tanya, padahal saya sendiri suka warna hitam hehe. Makan siang di sebuah hotel dan tengah memarkir mobil di basement-nya mesti ngeliat dulu ke sekitar. Teman-teman saya lalu mengingatkan, ”Mbak, ini Tarakan bukan Jakarta kali.” Yah, siapapun tak ingin negerinya terkoyak oleh bom. Jadi teringat pesan Bang Napi di salah satu teve swasta,” Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, tetapi karena ada kesempatan. Waspada, waspadalah.”

Bom itu sungguh merugikan banget. Kalau tiket ke surga harus dengan terlebih dahulu mati dengan bom bunuh diri, ah…ogah. Bodoh banget!!!. Enak dong. Nggak perlu kerja keras siang malam, nggak perlu capek-capek, no way!!!! Bekerja keraslah untuk duniamu, akhiratmu, bangsa dan negaramu, perusahaanmu, dan untuk dirimu sendiri. Sehingga karya-karyamu bisa dinikmati anak cucumu (generasi berikutnya) kelak. Itu pesan ibu saya. (anny_susilowati@yahoo.com/sudah terbit di Radar Tarakan edisi 24 Juli 2009)


1 Response to “Firasat Itu…”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Juli 2009
S S R K J S M
« Mar   Okt »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

JUMLAH PENGUNJUNG HINGGA SAAT INI

  • 41,647 hits

%d blogger menyukai ini: